**Borneonews - Banjarbaru**, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan sebuah *Focus Group Discussion* (FGD) yang melibatkan 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan strategi pemasaran digital kepada para pelaku usaha tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menjelaskan bahwa forum ini merupakan wadah untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pemasaran digital, serta memberikan pelatihan terkait penggunaan platform digital bagi pelaku UMKM. Melalui FGD ini, Yanuar berharap para pelaku UMKM dapat lebih memahami dan menemukan solusi terhadap tantangan yang mereka hadapi dalam menjangkau pasar melalui media digital.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel menghadirkan narasumber yang berkompeten untuk memberikan pemahaman mengenai pertumbuhan serta berbagai kendala yang sering kali dihadapi oleh pelaku usaha kecil. Di antara narasumber yang hadir adalah Dewi Novita Sari dari Rumah Jahit DZ, serta perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM itu sendiri.
Pelaksanaan FGD ini didasarkan pada Surat dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel dengan Nomor 518/547/22.3/disko-ukm/vii/2024 yang ditandatangani pada 26 Agustus 2024. Selain itu, terdapat juga Nota Dinas Nomor 32 yang dikeluarkan pada 16 Agustus 2024, serta DPA-SKPD dengan Nomor 2.17.08.01.01 yang ditetapkan pada 3 Januari 2024.
Sebelumnya, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel telah melaksanakan kegiatan peningkatan wawasan bagi puluhan wirausaha pemula di Desa Batik, Kecamatan Bakumpai, Kabupaten Barito Kuala. Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 30 warga setempat mengikuti rangkaian pelatihan selama lima hari, berlangsung dari 2 hingga 5 September 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek kewirausahaan, termasuk legalitas usaha dan cara membangun motivasi untuk sukses.
Dalam sesi pelatihan ini, Yanuar menekankan pentingnya peserta untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam produk dan usaha mereka, di samping memahami kebijakan pemberdayaan UMKM di Kalsel. Peserta juga diharapkan mendapat wawasan mengenai proses produksi yang mencakup cara produksi pangan olahan yang memenuhi standar keamanan pangan.
Pelatihan ini tidak hanya terbatas pada aspek produksi, namun juga mencakup pengetahuan tentang bahan tambahan pangan, serta teknik pengolahan produk makanan. Selain itu, narasumber juga memberikan informasi mengenai penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP), pengelolaan modal, serta pentingnya pelabelan dan kemasan produk dalam konteks pemasaran UMKM.
Yanuar menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu membekali wirausaha pemula dengan kemampuan untuk mengelola manajemen usaha dan keuangan secara efektif, meliputi aspek proses produksi, penjualan, dan pemasaran.
ANTARA
Dinas Koperasi Kalsel Kenalkan Pemasaran Digital untuk UMKM
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







