BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terdeteksi di sejumlah titik di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Anggota DPRRI, dari daerah pemilihan Kalteng, Hamdhani mengingatkan agar jangan sampai gara-gara karhutla, bencana asap kembali melanda Kalteng, seperti yang terjadi pada tahun 2015. Politikus Nasdem ini mengingatkan, bencana asap tersebut merugikan masyarakat dalam banyak aspek.

"Jangan lupa pada kejadian 2015 lalu. Seluruh masyarakat Kalteng mengalami berbagai masalah, mulai dari kesehatan, sulitnya transportasi, sampai persoalan ekonomi akibat kabut asap yang melanda berbulan-bulan," ujar Hamdhani melalui keterangan tertulis di Jakarta pada Minggu (17/7/2016).

Hamdhani meminta agar potensi bencana asap dicegah sejak dini. Cara paling konkretnya adalah dengan meminimalkan aktivitas pembakaran lahan dan hutan. Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat, korporasi, dan pemerintahan berpartisipasi mencegah dan mengendalikan karhutla.

"Tahun lalu kita menghabiskan dana miliaran rupiah untuk memadamkan kebakaran lahan agar kabut asap berhenti. Tahun ini semestinya sudah bukan untuk memadamkan lagi, tapi hanya untuk pengendalian dan pencegahan. Dengan demikian, dana APBN kita tidak terkuras percuma," papar politikus Partai Nasdem ini.

Dia juga mengingatkan seluruh perusahaan swasta yang beroperasi di Kalteng untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. "Ancaman hukumnya serius. Jadi harus lebih hati-hati,"  tegasnya.

Ancaman pidana
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangkalan Bun, Agung Widodo pun mengingatkan, sesuai Instruksi Presiden Jokowi pada 18 Januari lalu, pembakaran hutan dan lahan dengan tegas dilarang. "Ancaman pidananya jelas, terutama bagi perusahaan," ucapnya.

Agung mengatakan, sejak awal Maret lalu, BKSDA SKW II Pangkalan Bun bersama Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat (Kobar), Kodim 1014 Pangkalan Bun, Polri, Tagana, dan Satpol PP telah membentuk posko terpadu pengendalian karhutla.

"Posko terletak di markas Manggala Agni di kantor BKSDA Pangkalan Bun. Posko terpadu ini siap siaga menerima laporan dan turun ke lokasi untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan," jelas Agung yang dihubungi melalui telepon selulernya.

Berdasarkan monitoring Satelit NOAA 18, per 15 Juli 2016, titik panas di Kalteng berjumlah 252 plus 16 lagi yang ditangkap NOAA 19. Kini, total di seluruh Indonesia terdapat 3.538 titik panas berdasarkan tangkapan satelit NOAA 18 dan 1.088 titik hasil tangkapan NOAA 19.

Sedangkan sepanjang tahun 2015 lalu, total titik panas di Kalteng berjumlah 4.292.  (B-10)