**Borneonews - Surabaya**, Ekonom senior dari Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menyampaikan bahwa posisi Indonesia yang bersifat netral di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi dunia berpotensi menjadi magnet bagi masuknya investasi besar ke dalam negeri.
Dalam keterangan yang disampaikan pada acara Antara Business Forum 2024 di Surabaya, Fithra menjelaskan bahwa negara-negara anggota ASEAN tengah menghadapi tantangan ekonomi global, dan posisi netral ini juga menciptakan peluang bagi Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan tersebut.
Perhatian dunia saat ini tertuju pada dampak yang ditimbulkan dari konflik antara Rusia dan Ukraina yang dimulai pada tahun 2022. Situasi ini telah menyebabkan adanya fragmentasi dalam hubungan internasional, memisahkan berbagai negara ke dalam dua kubu, yaitu pro-Rusia dan pro-Ukraina. Meskipun belum terjadi perang secara langsung antara China dan Amerika Serikat, kedua negara ini dianggap memiliki kecenderungan mendukung salah satu pihak dalam konflik tersebut.
Fithra mengemukakan bahwa saat dunia dibagi antara dukungan pro-Rusia dan pro-Amerika, posisi China menjadi lebih kompleks. Meskipun tidak terlibat dalam konflik secara langsung, China mulai ditinggalkan oleh Amerika karena dianggap memiliki kesamaan ideologi dengan Rusia. Sebagai langkah strategis, Amerika mulai memindahkan basis produksinya dari China ke negara lain, salah satunya Meksiko.
Dalam konteks ini, neutralitas Indonesia dan ASEAN secara keseluruhan mampu menarik perhatian dan minat investor asing, terutama dari China. Fithra menuturkan pengalaman berharga saat bertemu dengan perwakilan investor asal China di Singapura sekitar dua bulan lalu. Dalam perbincangan tersebut, investor tersebut menjelaskan bahwa untuk menjaga stabilitas perekonomian, Tiongkok memerlukan kerjasama dengan negara-negara ASEAN, terutama Indonesia.
Hal ini sejalan dengan komitmen meningkatnya investasi dari pihak Tiongkok ke Indonesia melalui berbagai sektor, sebagai langkah untuk mempertahankan kesinambungan dan pertumbuhan ekonoinya. Fithra menegaskan bahwa meskipun terdapat ketegangan antara kekuatan barat dan timur, hal ini pada gilirannya membuka peluang baru bagi investasi di Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, Antara Business Forum, yang diselenggarakan oleh Antara ETP, merupakan sebuah platform yang dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi antara para pemangku kepentingan, khususnya dalam sektor ekspor-impor. Aktivitas ekspor-impor merupakan salah satu pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi baik di tingkat nasional maupun regional, termasuk di Jawa Timur.
Adapun tantangan yang dihadapi dalam industri saat ini semakin kompleks, sehingga perkuatan sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan serta memanfaatkan berbagai peluang di era globalisasi. PT Antara ETP, sebagai anak perusahaan Perum LKBN ANTARA, telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia untuk menyediakan layanan *Electronic Trading Platform* (ETP) di Indonesia. Mereka bekerja sama dengan Bloomberg untuk menyediakan teknologi dan layanan pendukung lainnya, serta berfungsi sebagai penyelenggara transaksi valuta asing yang terlisensi dan diawasi oleh Bank Indonesia.
ANTARA
Posisi Netral Indonesia Menarik Investasi Asing Besar
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Komentar (0)
Memuat komentar…







