JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Krakatau Sarana Properti (KSP) menargetkan potensi tambahan pemasukan sebesar Rp460 miliar hingga akhir tahun 2024. Peningkatan ini bakal dicapai melalui penyelesaian proyek renovasi yang mencakup area golf, perumahan, dan restoran yang baru saja diluncurkan di Jakarta. Direktur Utama PT KSP, Iip Arief Budiman, menyatakan bahwa ketiga lini bisnis ini diharapkan menjadi pilar utama dalam meraih target pendapatan yang ditetapkan. Menurut Iip, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), nilai target pemasukan perusahaan untuk tahun 2024 adalah Rp460 miliar dengan proyeksi laba bersih sebesar Rp56 miliar. Ia juga menambahkan bahwa pencapaian pendapatan hingga semester pertama tahun ini sudah sesuai dengan sasaran, sehingga ia optimistis target pemasukan tahun ini dapat tercapai. Iip menjelaskan bahwa terdapat tiga proyek utama yang berkontribusi pada pemasukan tambahan, yakni renovasi *Driving Range* Krakatau, perumahan Rakata Arum, dan Surosowan Jakarta. "Driving Range Krakatau telah direnovasi dengan kapasitas yang kini meningkat menjadi 36 bay. Di samping itu, terdapat juga restoran dan *coffee shop* serta ruang *meeting* yang bersifat eksklusif. Dengan adanya lini bisnis *driving range* ini, kami berharap dapat meraih tambahan pemasukan sebesar Rp1 miliar hingga akhir tahun ini," ujarnya. Di samping itu, PT KSP juga memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi bisnis di sektor properti. Ini dilakukan sebagai langkah proaktif mengantisipasi kehadiran perusahaan asing asal Korea, Lotte, yang berencana untuk memulai operasionalnya tahun depan. Saat ini, PT KSP telah memiliki dua proyek perumahan, yakni Bumi Rakata dan Pejaten Mas, serta tengah mempersiapkan Perumahan Rakata Rawa Arum yang merupakan perumahan eksklusif dengan luas mencapai 2,5 hektare. Proyek baru ini direncanakan untuk menampung karyawan yang bekerja di bagian utara kota Cilegon. Iip menyampaikan bahwa salah satu rencana yang telah disusun adalah pengembangan kawasan industri di Krakatau. PT KSP sudah melakukan pendekatan dengan pemerintah kota Cilegon untuk merencanakan pengalokasian lahan bagi pengembangan kawasan industri. “Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemkot Cilegon, yang sejalan dengan rencana pengembangan area jalur lintas utara (JLU). PT KSP memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur dan fasilitas, termasuk pelabuhan dan akses langsung ke jalan tol,” tambahnya. Selain rencana di Cilegon, PT KSP juga menjajaki pengembangan kawasan industri di daerah Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Langkah ini diambil setelah salah satu grup di bawah Krakatau Steel, yakni KTI, menyiapkan fasilitas penyediaan air baku yang berasal dari air laut milik PT. Amman Mineral. "Imaji positif Krakatau Steel di daerah tersebut membuat Pemda Sumbawa Barat menghubungi kami untuk mengkaji kemungkinan pengembangan kawasan industri, khususnya yang berkaitan dengan proyek smelter. Kami telah melakukan *Memorandum of Understanding* (MoU) dengan pemerintah daerah Sumbawa Barat dan kini sedang dalam tahap penjajakan," pungkas Iip. ANTARA