PADANG –
**Borneonews - Solok,** Wakil Wali Kota Solok, Rahmadhani Kirana Putra, mengungkapkan harapannya bahwa sesi pelatihan *problem solving* dan *decision making* yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Solok dapat menghasilkan pejabat yang mampu memberikan solusi yang efektif. Dalam pernyataannya, Rahmadhani menekankan pentingnya kemampuan pejabat daerah dalam memecahkan berbagai permasalahan sekaligus memberikan solusi yang terbaik bagi masyarakat. Ia mengingatkan, jangan sampai kendala yang ada dijadikan alasan untuk menghambat pelayanan publik. Menurutnya, berbagai tantangan yang muncul sering kali menjadi rintangan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, setiap permasalahan perlu ditangani dengan solusi yang inovatif dan efektif untuk mencapai penyelesaian yang diinginkan. "Setiap pejabat administrasi di daerah mempunyai tanggung jawab untuk mampu menyelesaikan masalah secara tuntas," ujarnya lebih lanjut. Rahmadhani juga menekankan bahwa pemecahan masalah bukan hanya sekadar mengatasi situasi yang ada, melainkan juga memprediksi potensi masalah yang mungkin timbul di masa depan. "Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pejabat daerah untuk menemukan *root cause* (akar masalah) secara sistematis dan komprehensif. Dengan demikian, mereka tidak hanya paham mengenai langkah-langkah perbaikan (*corrective action*) yang perlu dilakukan, tetapi juga tindakan pencegahan (*preventive action*) untuk mencegah terulangnya masalah yang sama," jelas Rahmadhani. Kepala BKPSDM Kota Solok yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini dihadiri oleh 45 peserta dan berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 3 September 2024. "Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis aparatur sipil negara (ASN) dalam menyelesaikan berbagai masalah, serta untuk memilih solusi yang paling tepat untuk diterapkan," tambahnya. ANTARA