JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemimpin spiritual bagi umat Katolik di seluruh dunia, Paus Fransiskus, menegaskan bahwa nilai-nilai yang diusung oleh Bhinneka Tunggal Ika dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sejalan dengan tema kunjungannya ke Indonesia. Dalam pernyataannya di Istana Negara pada hari Rabu, Paus berkata, "Apakah kita tidak menyadari bahwa prinsip-prinsip ini sangat sesuai dengan motto kunjungan saya ke Indonesia: Iman, Persaudaraan, Bela Rasa?" Paus menekankan bahwa Gereja Katolik berkomitmen untuk mendukung kebaikan bersama serta berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan elemen lain dari masyarakat sipil. Ia juga mendorong terbentuknya struktur sosial yang lebih adil dan seimbang, serta memastikan distribusi bantuan sosial yang lebih efisien. Dalam konteks tersebut, Paus menyebutkan tentang pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang memuat wawasan yang penting bagi perjalanan Indonesia sebagai negara demokratis yang merdeka. Ia mengamati bahwa terdapat dua referensi tentang Tuhan Yang Maha Esa dalam beberapa kalimat pembuka undang-undang dasar, serta penekanan akan perlunya berkat Ilahi bagi negara Indonesia yang baru berdiri. Lebih lanjut, Paus mencatat bahwa ada dua penyebutan tentang keadilan sosial, yang dianggap sebagai dasar bagi tatanan internasional yang diharapkan, dan sebagai satu dari sekian tujuan untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Paus menggarisbawahi bahwa Bhinneka Tunggal Ika, keadilan sosial, dan berkat Ilahi adalah prinsip-prinsip mendasar yang dapat menginspirasi serta mengarahkan arah kehidupan sosial. "Prinsip-prinsip ini bisa diibaratkan sebagai struktur pendukung, yang berfungsi seperti fondasi yang kokoh untuk membangun suatu rumah," tuturnya. Di sisi lain, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mengungkapkan rasa bangganya atas perhatian yang diberikan Paus Fransiskus terhadap keberagaman di Indonesia serta pemahaman yang mendalam mengenai isi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. "Luar biasa, ternyata beliau sangat memperhatikan aspek kebhinnekaan kita dan UUD kita dalam pembukaannya. Kita sangat bangga," ujar Bambang Soesatyo usai mengikuti acara penyambutan Paus di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari yang sama. ANTARA