BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran (Karo Rena) Polda Kalteng Kombes Andreas Wayan Wisaksono melakukan sosialisasi aplikasi Betang kebangsaan untuk cegah konflik lahan di Kalteng
Sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan anggota Polda Kalteng, termasuk Bhabinkamtibmas dan Kasat Binmas jajaran Polda Kalteng.
Tujuannya untuk memaparkan berbagai inisiatif terbaru dalam upaya menyelesaikan konflik sosial sengketa lahan, termasuk aplikasi Betang Kebangsaan yang diharapkan dapat menjadi alat bantu dalam pelaksanaan tugas dan memperkuat komunikasi serta koordinasi.
"Proyek perubahan ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas kepolisian serta memfasilitasi hubungan yang lebih baik antara Polda Kalteng dengan masyarakat," ujar Kombes Pol Andreas Wayan Wisaksono, Rabu, 4 September 2024.
Aplikasi Betang Kebangsaan merupakan komitmen Polri dalam penyelesaian konflik sosial sengketa lahan melalui pendekatan kearifan lokal. Falsafah Huma Betang luar biasa. Ini merupakan wujud nyata Polri, ungkapnya.
Kehadiran aplikasi ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari berbagai organisasi adat maupun masyarakat di wilayah Provinsi Kalteng.
Andreas juga menyampaikan bahwa aplikasi ini merupakan implementasi dari arahan Presiden yang menekankan transformasi peran Polri dalam pelayanan publik, untuk terciptanya harkamtibmas yang damai, tentram dan kondusif di Indonesia, termasuk di Kalteng.
"Aplikasi Betang Kebangsaan diharapkan dapat menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan mendukung pertumbuhan investasi di daerah ini," pungkasnya. (PATHUR/R)









