**Borneonews - Padang**, Dewan Pimpinan Pusat Masyarakat Adat Nusantara (Matra) mendesak pemerintah yang baru terbentuk untuk segera membentuk Dewan Kebudayaan Nasional. Dewan ini diharapkan dapat berfokus pada penguatan serta pelestarian adat dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat, termasuk pemajuan nilai-nilai luhur yang ada di dalamnya.
Wakil Ketua Umum I DPP Matra, KPH H. Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah Adityadiningrat, menyatakan bahwa pembentukan dewan tersebut merupakan langkah penting dalam memajukan dan melestarikan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat adat. Ia menekankan, Langkah ini diharapkan akan mendapat respons positif dari masyarakat adat di seluruh Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Dewan Kebudayaan Nasional sangat penting untuk menjembatani masyarakat adat dari Sabang sampai Merauke. Matra yakin gagasan ini akan dihargai dan disambut dengan baik oleh seluruh komunitas adat, sehingga pelestarian nilai-nilai yang ada tetap terjaga dengan baik.
Dalam pandangannya, Dewan Kebudayaan Nasional akan memiliki peran strategis dalam mengambil kebijakan yang berkaitan dengan pelestarian adat dan budaya. Kuatnya pengaruh akulturasi yang terjadi saat ini dianggap sebagai ancaman serius terhadap kelestarian budaya di seluruh Nusantara.
Optimisme DPP Matra semakin nyata, terutama dengan pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Ayat 2B Undang-Undang Negara Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat adat.
Muhammad Yusuf berpandangan bahwa jika masyarakat adat dan pemangku kepentingan tidak aktif melakukan kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dan adat, maka nilai-nilai tersebut berpotensi menghilang. Ia menekankan pentingnya pemerintah memberi perhatian khusus dan memberikan ruang bagi masyarakat adat untuk hidup dan berkembang.
Gagasan tentang pembentukan Kementerian Kebudayaan untuk mengawasi pelestarian kebudayaan Indonesia pernah diungkapkan oleh Prabowo Subianto, sejalan dengan pandangan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo saat debat calon presiden. Dalam acara tersebut, Prabowo Subianto menegaskan komitmennya agar pemerintah terjun langsung dalam melestarikan warisan budaya dan sejarah Indonesia, termasuk situs-situs bersejarah dari kesultanan yang terancam punah.
Prabowo-Gibran juga merencanakan penciptaan dana abadi budaya sebagai dukungan terhadap semua pelaku budaya di berbagai disiplin. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan Tanah Air.
ANTARA
Matra Desak Pemerintah Bentuk Dewan Kebudayaan Nasional
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







