JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, TransJakarta berencana untuk mendirikan sebuah lembaga pelatihan yang dinamakan Tj Academy. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan pramudi-pramudi bus serta Mikrotrans di Jakarta. Sikap ini muncul sebagai respons terhadap banyaknya laporan yang menyatakan bahwa sejumlah pramudi Mikrotrans mengemudikan kendaraan dengan cara yang membahayakan. Welfizon menjelaskan bahwa saat ini hampir semua profesi yang melibatkan pengemudikan transportasi publik, seperti pilot dan masinis, memiliki sekolah atau lembaga pelatihan yang khusus. Oleh karena itu, pramudi bus dan Mikrotrans pun membutuhkan pendidikan yang setara. Nantinya, dalam kegiatan pelatihan di Tj Academy, para pramudi diharapkan dapat mempelajari cara mengemudikan kendaraan dengan mematuhi standar keamanan dan kenyamanan yang telah ditetapkan. Welfizon mengatakan, jika ada pramudi yang tidak memenuhi kriteria tersebut, mereka akan dikenakan sanksi sesuai dengan regulasi yang akan dibuat di kemudian hari. Dalam hal pengamanan, TransJakarta juga telah memperkuat kehadiran petugas keamanan di halte-halte dengan pelatihan yang memadai. Welfizon menambahkan bahwa semua halte akan dilengkapi dengan kamera pengawas atau *CCTV* dan setiap bus juga dilengkapi dengan sistem pengawasan yang sama. Lebih lanjut, TransJakarta mengungkapkan rencana untuk mengintegrasikan teknologi *artificial intelligence* (AI) dalam sistem *CCTV* mereka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan keamanan yang ada, memberikan perlindungan lebih kepada penumpang. Saat ini, TransJakarta melayani sekitar 1,3 juta pelanggan setiap harinya. Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, Welfizon berharap agar pelayanan yang disediakan oleh TransJakarta dapat terus meningkat, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi umum. ANTARA