BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan telah mengumumkan bahwa sebanyak 1.493 formasi akan tersedia untuk calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (*PPPK*) pada tahun 2024. Pengumuman ini disampaikan oleh Kepala BKD Provinsi Kalsel, Dinansyah, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu. Dalam rincian yang diberikan, formasi untuk *PPPK* Guru menyentuh angka 1.000, sementara *PPPK* Tenaga Kesehatan menyediakan 175 formasi, dan 318 formasi lainnya untuk *PPPK* Tenaga Teknis. Informasi ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan pegawai di masing-masing bidang tersebut. Muhammad Randi, yang menjabat sebagai Kepala Subbidang Pengadaan dan Pemberhentian di BKD Kalsel, juga menyerukan kepada para non aparatur sipil negara untuk berpartisipasi dalam seleksi calon *PPPK*. Dia menekankan bahwa pegawai non-ASN yang telah terdaftar dalam data Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Kalsel akan menjadi pelamar prioritas. Selain itu, prioritas utama akan diberikan kepada tenaga honorer yang tidak terdaftar namun telah bekerja selama minimal dua tahun secara berkesinambungan sebagai non-ASN sebelum pendaftaran. Randi menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan yang berlaku pada 2024, hanya pelamar dari kalangan non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel yang dapat mengikuti seleksi ini, mengikuti ketentuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (*KemenPAN-RB*). Lebih lanjut, Randi menyampaikan bahwa dalam ketentuan KemenPAN-RB, para pelamar yang mengikuti tahapan seleksi *PPPK* tetapi tidak berhasil, masih berpeluang untuk dipertimbangkan menjadi *PPPK* paruh waktu. Namun, dia menegaskan bahwa detail teknis mengenai pengangkatan dan regulasi lainnya masih menunggu petunjuk dari KemenPAN-RB. Untuk pelamar di bidang teknis, peluang terbuka bagi semua jurusan untuk jabatan penata layanan operasional, dengan tujuan untuk mengakomodasi tenaga non-ASN yang memiliki latar pendidikan yang tidak linier. Disisi lain, juga terdapat jabatan pengelola layanan operasional untuk lulusan D-III yang dibuka untuk semua jurusan, serta pranata administrasi perkantoran yang ditujukan bagi mereka yang berpendidikan SLTA atau sederajat. Informasi ini sangat penting bagi calon pegawai yang berencana untuk mengikuti seleksi, dan diharapkan dapat mendorong lebih banyak individu untuk mengambil bagian dalam kesempatan berkarir di pemerintahan. ANTARA