JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (*PHBS*) serta mewajibkan penggunaan masker saat berada di luar rumah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pencegahan terhadap infeksi virus *Monkeypox* atau yang sering disebut dengan nama *Mpox*. Sekretaris Dinkes Papua, Aaron Rumainum, menjelaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada kasus *Mpox* yang terdeteksi di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pihak Dinas Kesehatan memohon kepada seluruh warga untuk tetap menjaga daya tahan tubuh mereka. Aaron menegaskan pentingnya kewaspadaan meskipun saat ini situasi terkendali. Terkait dengan beredarnya foto yang viral tentang dugaan kasus *Mpox*, Aaron menegaskan bahwa Dinkes belum menerima informasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai hal tersebut. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap kabar yang tidak jelas kebenarannya. "Jika terdapat kasus, Dinkes akan segera mengetahuinya," ujarnya. Aaron juga mengingatkan bahwa untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus *Mpox* atau tidak, perlu dilakukan serangkaian tes, termasuk tes PCR dan pemeriksaan lanjut. Hal ini mendorong masyarakat di Papua untuk mengenali gejala dan ciri-ciri yang terkait dengan virus *Mpox*, agar tidak terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi. Saat ini, pemerintah telah memulai kegiatan pemeriksaan di pintu masuk daerah. Namun, perlu dicatat bahwa virus ini memiliki masa inkubasi antara 6 hingga 13 hari sebelum gejala muncul. Karena itu, penerapan *PHBS* dan penggunaan masker tetap merupakan langkah yang krusial. Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, menginformasikan adanya satu kasus yang dicurigai sebagai infeksi virus *Mpox* di wilayah Hamadi, Distrik Jayapura Selatan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat, hasilnya menunjukkan bahwa kasus tersebut terkonfirmasi negatif. "Kami mendeteksi satu kasus yang diduga *Mpox*, namun setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya negatif," demikian dia menegaskan. Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak panik terkait isu yang beredar mengenai virus ini dan menyarankan agar segera melaporkan jika menemukan gejala-gejala yang mencurigakan. "Masyarakat kini lebih waspada, belajar dari pengalaman terdahulu dengan kasus COVID-19. Sudah semestinya kita mengantisipasi situasi ini sejak dini," tutup Nyoman. ANTARA