BORNEOENWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah mengajak Bupati/Walikota dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menjadi 'peman'. Tunggu dulu, preman yang dimaksud adalah preman untuk membela Kalimantan Tengah.
Seperti diketahui di Kalteng sudah banyak korporasi yang berdiri, bahkan di Kabupaten Seruyan disebutkan ada korporasi yang sudah selama 30 tahun mengeksploitasi tanah Dayak. Prihatin dengan kondisi ini Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran menhingatkan bupati/walikota agar tidak melempem dalam menghadapi korporasi, sebesar apapun korporasi tersebut.
"Kita jangan takut. Kita Kalteng lebih besar daripada mereka (korporasi). Kita harus jadi preman, kita harus berani. Selama ini, maaf saja, kalau ada kasus PETI yang dilakukan masyarakat, ramai-ramai pemerintah maju. Tapi waktu yang ketahuan korporasi, takut semua. Mundur semua. Jangan begitu. Kita harus jadi preman untuk kasus-kasus besar tapi menjadi pengayom bagi masyarakat kecil," tandas Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran saat membuka Rakordal (Rapat Koordinasi Pengendalian) Program-Program Pembangunan Provinsi Kalteng Triwulan II tahun 2016, Senin (18/7/2016) siang.
Rapat koordinasi ini memang dihadiri sejumlah bupati/Wwalikota, seperti Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Bupati Gunung Mas Arthon S Dohong, Wakil Walikota Palangka Raya Mofit Saptono dan lainnya. Karena kehadiran sejumlah petinggi inilah Gubernur Kalteng langsung bersuara dan memerintahkan perlindungan terhadap masyarakat Kalimantan Tengah.
"Jangan cuma ada yang namanya Dayak Misik tapi belum bisa bangun dan bangkit, ada DAD, ada MADN tapi tidak ada gerakannya. Ini maaf Pak Danrem, Pak Kapolda, tapi beginilah saya. Saya akan jadi preman demi melindungi rakyat saya," ungkap Sugianto disambut tepuk tangan peserta yang hadir di Aula Bappeda tersebut. (TESTI PRISCILLA/m)








