BORNEONEWS, Gunung Mas - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjan Umum (PU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Harpaseno mengatakan, tahun ini di ruas jalan penghubung Tumbang Miri ibu kota Kecamatan Kahayan Hulu Utara dengan Tumbang Napoi ibu kota Kecamatan Miri Manasa, ada beberapa paket pekerjaan. Untuk saat ini pengerjaan ruas jalan penghubung kecamatan tersebut terus digenjot.
“Tahun anggaran 2016, untuk ruas jalan penghubung Tumbang Miri-Tumbang Napoi, ada peningkatan jalan Tumbang Miri- Desa Tumbang Sian dengan nilai kontrak Rp7.387.000.000. Selanjutnya juga ada paket pekerjaan peningkatan jalan Desa Tumbang Sian-Tumbang Napoi, dengan nilai kontrak sebesar Rp7,3 miliar,” ungkap Harpaseno kepada wartawan di ruang kerjannya, Senin (18/7/2016).
Terkait kondisi dilapangan, lanjut dia, sekarang ini kontraktor sedang melakukan pekerjaan, mulai dari grading dan pembuatan box culvert. Mengingat, sebelumnya di ruas jalan penghubung kecamatan itu. Banyak jembatan-jambatan yang terbuat dari kayu yang harus diganti dengan box culvert.
“Saat ini di ruas jalan penghubung Tumbang Miri-Tumbang Napoi memang ada beberapa titik yang mengalami kerusakan. Ruas jalan tersebut masih berupa hamparan tanah. Selain itu, intensitas hujan di wilayah tersebut cukup tinggi,” terang dia.
Terkait dengan adanya beberapa titik yang rusak, terutama di sekitar Desa Tumbang Lapan, pihak Dinas PU Gumas mengintruksikan kepada rekanan untuk memperbaiki titik yang rusak.
Selain itu, di ruas jalan Tumbang Sian-Tumbang Napoi yang cukup banyak bukit yang tinggi juga akan digusur, untuk mengurangi ketinggian agar pengendara tidak kesulitan melintas.
“Tahun ini diruas Tumbang Miri-Tumbang Napoi juga ada pengerasan jalan berupa agregat B. Namun berdasarkan dana yang tersedia, hanya bisa dilakukan pengerasan dengan panjang kurang lebih 12 kilometer,” ucap Harpaseno.
Harpaseno menambahkan, pada 2016 ini juga dilakukan penyelesaian pembangunan Jembatan yang membentang diatas Sungai Napoi. Serta dilakukan pemeliharan di jalan penghubung Tumbang Napoi-Desa Haruwu.
“Mudah-mudahan semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” tukasnya.
Sebelumnya, warga Tumbang Napoi, Suhartono, 52, mempertanyakan lambannya penanganan titik-titik yang rusak di ruas Tumbang Miri-Tumbang Napoi. Pasalnya, pengendara sulit melintas jalan yang rusak, terutama kendaraan roda empat yang tidak double gardan. (EPRA SENTOSA/m)








