JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemimpin Gereja Katolik sedunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, baru-baru ini menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya nilai persaudaraan di Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga, Jakarta. Dalam kunjungannya, Paus mengutip pemikiran seorang penyair abad ke-20 yang menyatakan bahwa hubungan persaudaraan sejati melibatkan saling mencintai sambil menghargai perbedaan, seperti dua tetes air yang tidak pernah identik satu sama lain. Dalam kesempatan tersebut, Paus menggarisbawahi pentingnya untuk hidup dalam hubungan persaudaraan yang lebih dalam. Ini berarti menerima dan menghormati satu sama lain sebagai individu yang setara, meskipun terdapat perbedaan di antara setiap orang. Hal ini juga mencerminkan karakter Gereja Katolik di Indonesia, yang sudah akrab dengan nuansa keragaman dalam aspek budaya, etnis, sosial, dan agama. "Bersekutu dan menyampaikan Injil bukanlah soal memaksakan keyakinan kita atau mempertentangkan iman kita dengan iman orang lain. Ini harus dilakukan dengan sikap saling menghormati dan cinta persaudaraan yang tulus untuk semua orang," ucapnya. Paus juga mengekspresikan kekagumannya terhadap semangat saling membantu di tengah-tengah meningkatnya kecenderungan untuk melakukan pemecahan dan provokasi. Dengan tegas, ia berpesan agar tetap waspada terhadap sifat-sifat yang dapat memecah belah, sambil menegaskan bahwa semua itu merupakan pengaruh negatif. Bapa Suci membayangkan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan yang luas, di mana masyarakatnya dapat bersatu dan saling mendukung. "Persaudaraan bisa diibaratkan sebagai sebuah permadani besar yang dijalin dari benang cinta, yang mengatasi berbagai rintangan dan memeluk semua perbedaan, sehingga semua orang dapat hidup dalam harmoni," lanjutnya. Perlu dicatat bahwa kunjungan Paus Fransiskus ke Katedral ini berlangsung pada pukul 16.30, di mana ia bertemu dengan para uskup, imam, diakon, biarawan, biarawati, seminaris, dan katekis. Setelah pertemuan tersebut, ia dijadwalkan bertemu dengan kaum muda dari *Scholas Occurentes* di Youth Center Graha Pemuda Senayan pada pukul 17.35 WIB. Kunjungan ini adalah yang ketiga kalinya bagi Paus Fransiskus ke Indonesia, setelah kunjungan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Ia menjalani perjalanan apostolik ke kawasan Asia-Pasifik mulai 3 hingga 13 September 2024, mengunjungi empat negara, yaitu Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. Perjalanan selama 11 hari ini menjadi yang terpanjang bagi Bapa Suci berusia 87 tahun itu sejak memimpin Tahta Suci Vatikan. ANTARA