JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadopsi semangat kepedulian yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik di seluruh dunia, terhadap nasib anak-anak di berbagai belahan dunia. Paus Fransiskus telah memperlihatkan perhatian yang konkret dan mengambil posisi yang jelas dalam membela hak-hak serta kesejahteraan anak-anak. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal KAJ, Pastor Adi Prasojo, dalam keterangan resminya. Menurut Pastor Adi, salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat dari penyelenggaraan *World Children’s Day* (WCD) yang diadakan oleh Paus di Vatikan pada 25 Mei lalu. Sebagai respons terhadap inisiatif itu, KAJ berkomitmen untuk melanjutkan kepedulian melalui penyelenggaraan Hari Anak KAJ yang akan didukung oleh 5P Global Movement. Gerakan 5P Kids, bagian dari 5P Global Movement, menyatakan dukungannya untuk acara Hari Anak KAJ yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2024. Sekitar 1.000 anak diharapkan akan turut serta dalam perayaan dengan tema "Anak Indonesia Sehat, Bersahabat, dan Menjadi Berkat". Sebagai informasi, pada bulan Mei 2024, 5P Kids juga berperan sebagai pendukung utama dalam penyelenggaraan WCD. Dalam rangkaian acara tersebut, 5P Kids memberikan pengalaman spesial bagi 30 anak yang berasal dari berbagai negara, termasuk anak-anak yang berasal dari daerah konflik seperti Ukraina dan Palestina, untuk bertemu langsung dengan Paus Fransiskus. Co-Founder dari 5P Global Movement, Arsjad Rasjid, menjelaskan bahwa kehadiran 5P Kids merupakan langkah konkret dalam memperjuangkan masa depan anak-anak yang lebih baik. "Kita memiliki tanggung jawab untuk menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045," kata Arsjad dengan tegas. 5P Global Movement dikenal sebagai inisiatif global yang bertujuan untuk mempromosikan lima pilar utama: perdamaian (*peace*), kesejahteraan (*prosperity*), kemanusiaan (*people*), bumi (*planet*), dan kolaborasi (*partnership*). Saat ini, gerakan ini berpusat di Indonesia dan Eropa, dan sedang memperluas jaringan ke wilayah Amerika Latin, Amerika Utara, Afrika, serta Timur Tengah. Paus Fransiskus sendiri tiba di Jakarta pada 3 September, setelah terbang dari Roma, Italia, dengan menggunakan pesawat komersial dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Kehadiran beliau disambut dengan upacara resmi oleh Pemerintah Indonesia, di mana beberapa menteri hadir untuk menyambut kedatangan sang pemimpin gereja. ANTARA