JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pada tahun 2025, Kementerian Perdagangan akan memfokuskan upayanya untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke pasar internasional. Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Zulkifli menjelaskan bahwa Presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 7 hingga 8 persen. Untuk mencapainya, strategi peningkatan ekspor menjadi hal yang sangat krusial. "Jika kita ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan, maka menggenjot ekspor harus menjadi perhatian utama kita," tegas Zulkifli saat memberikan keterangan di Kompleks DPR RI di Jakarta. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pertumbuhan ekspor yang lebih substansial harus didorong agar dapat bersaing di pasar global. Selain itu, investasi yang signifikan juga harus diciptakan. "Indonesia perlu menguasai pasar dunia untuk mencapai tujuan ini," tambahnya. Zulkifli juga menjelaskan pentingnya pengendalian impor dan stabilisasi harga di pasar domestik. Dengan anggaran yang dialokasikan untuk Kementerian Perdagangan sebesar Rp1,65 triliun di tahun 2025, diperlukan inovasi dan kreativitas agar ekspor Indonesia tetap berada dalam jalur positif. "Meskipun anggaran kita berkurang, kita harus tetap inovatif untuk menjaga peningkatan ekspor dan juga dalam pengembangan serta perlindungan UMKM dan industri lokal," ungkapnya. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, Prabowo Subianto, yang juga Menteri Pertahanan, menyatakan optimisme bahwa Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun mendatang. Ia mencatat bahwa pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan kunci untuk memenuhi target tersebut. Prabowo menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang berasal dari kekayaan sumber daya alamnya, sehingga bukanlah hal yang mustahil untuk mencapai sasaran pertumbuhan yang ambisius ini. Ia berkomitmen untuk fokus pada pengentasan kemiskinan dengan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Di sisi lain, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga diharapkan untuk berkontribusi dengan langkah strategis yang tepat. Prabowo berambisi agar pemerintahannya dapat mengambil keputusan yang efisien dan rasional dalam mendukung perekonomian nasional. ANTARA