**Borneonews - Jakarta**, Paus Fransiskus mengadakan pertemuan dengan jajaran rohaniwan, termasuk uskup, imam, diakon, seminaris, serta para katekis, di Katedral Jakarta pada Rabu lalu.
Saat mobil Paus Fransiskus tiba di Katedral, waktu menunjukkan pukul 16.26 WIB. Antusiasme masyarakat terlihat di sepanjang jalur pejalan kaki di depan Masjid Istiqlal, di mana banyak orang berkumpul untuk menyaksikan kedatangan Bapa Suci.
Setelah mobilnya memasuki halaman Katedral, Paus disambut oleh sekelompok anak-anak yang memainkan *angklung*, alat musik tradisional Indonesia. Selanjutnya, ia melangkah mendekati para penggemar yang menunggu di luar pagar gereja untuk melambai dan memberi sapaan hangat. Langkahnya kembali dilanjutkan menyusuri jalan masuk yang dikelilingi oleh anak-anak, sebagian dari mereka memegang bendera Indonesia dan Vatikan.
Setelah menyapa para pengunjung, Paus Fransiskus memasuki Katedral untuk memulai pertemuan dengan para rohaniwan. Pertemuan tersebut dibuka dengan sambutan dari Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Subianto Bunjamin. Kemudian, Bapa Suci mendengarkan testimonium dari Romo Maxi Un Bria, yang juga menjabat sebagai Ketua UNIO Indonesia, sebuah organisasi yang menaungi para pastor Katolik Roma swasta di tanah air.
Tidak hanya Romo Maxi, Paus juga mendengarkan testimonium dari Suster Rina serta dua orang guru agama Katolik SMA, Nikolas Wijaya dan Agnes Natalia, yang membagikan pengalaman serta pandangan mereka.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 September 2024, di mana Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi dalam rangkaian perjalanan Bapa Suci ke Asia dan Oseania yang berlangsung dari 2 hingga 13 September 2024. Pada hari Rabu tersebut, Paus juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, bersamaan dengan pertemuan dengan para korps diplomatik.
Paus Fransiskus tercatat sebagai pemimpin Gereja Katolik ketiga yang mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, Paus Paulus IV melakukan kunjungan pada tahun 1970, diikuti oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Kunjungan ini menegaskan hubungan yang kuat antara Vatican dan Indonesia, serta komitmen Paus untuk mendukung umat Katolik di berbagai belahan dunia.
ANTARA
Paus Fransiskus Bertemu Rohaniwan di Katedral Jakarta 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







