BOGOR –
**Borneonews - Kota Bogor**, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) dari Kementerian Dalam Negeri mencatat bahwa pelaksanaan Bogor Innovation Awards (BIA) mendapat sambutan positif. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, yang terletak di Jawa Barat. Sekretaris BSKDN Kemendagri, Noudy R.P. Tendean, melontarkan pujian terhadap acara itu, dengan menyatakan bahwa kegiatan ini sangat mengesankan. Menurutnya, acara tersebut menghadirkan *expo* inovasi terbaik disertai dengan desain program yang menarik, serta antusiasme peserta dari berbagai lapisan masyarakat yang sangat terasa. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini bisa menjadi aset berharga bagi Kota Bogor dalam hal pengembangan ekosistem inovasi yang lebih terintegrasi di bawah naungan Bapperida. Dengan keberadaan berbagai komponen dalam ekosistem inovasi tersebut, diharapkan akan tercipta kultur budaya yang mendorong percepatan pembangunan lokal. "Inovasi yang dipamerkan pada acara puncak ini di Bogor Creative Center dapat dipersiapkan oleh Bapperida untuk menjangkau pasar internasional dan berpartisipasi dalam Innovation Government Awards, baik di skala nasional maupun global," jelas Noudy. Ia menekankan pentingnya pengembangan dan pembudayaan semangat inovasi agar dukungan datang dari pemerintah, masyarakat, serta dunia pendidikan. Di samping itu, salah satu hal yang menarik perhatian Noudy adalah keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses inovasi ini. Ia menilai bahwa hal tersebut mencerminkan komitmen untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok dalam masyarakat yang tertinggal dalam pengembangan inovasi di wilayah tersebut. Noudy menambahkan, semua keberhasilan ini tidak terlepas dari usaha dan pembinaan yang dilakukan oleh Bapperida Kota Bogor. Ia juga menekankan bahwa Kemendagri bersama Bapperida berkolaborasi dalam memperkuat inovasi pemerintah daerah. Dari pengalaman Noudy, ia mencatat bahwa kegiatan serupa di daerah lain belum teratur dilakukan setiap tahun seperti halnya BIA. Oleh karena itu, ia berharap momen seperti ini bisa diadopsi di daerah lainnya, selama Bapperida Kota Bogor bersedia membantu mendaftarkan hasil inovasi yang ada untuk perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. "Harapan kami adalah agar inovasi ini terus dikembangkan dan merambah ke seluruh segmen masyarakat, termasuk di kalangan sekolah dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini merupakan suatu model yang dapat dirombak dan diterapkan oleh daerah-daerah lain,” pungkasnya. ANTARA