**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa progres penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa, yang dikenal dengan nama *Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement* (IEU-CEPA), telah mencapai hampir 90 persen. Hal ini diungkapkan Zulkifli dalam konferensi setelah mengadakan Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks DPR RI.
Dalam pernyataannya, Zulkifli menekankan bahwa hanya tersisa sedikit langkah lagi untuk menyelesaikan proses tersebut. Dia mengharapkan agar perundingan ini dapat rampung pada bulan September tahun ini. Mudah-mudahan IEU-CEPA bisa selesai pada September, ungkapnya.
Perjanjian ini dianggap penting bagi Indonesia, mengingat tujuan utama dari IEU-CEPA adalah untuk mengatasi berbagai hambatan dalam perdagangan dengan Uni Eropa. Proses perundingan ini telah berlangsung selama sembilan tahun, menunjukkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai kesepakatan.
Jika IEU-CEPA berhasil ditandatangani, manfaat yang diharapkan antara lain adalah penghapusan Bea Masuk untuk produk-produk Indonesia yang diekspor ke pasar Uni Eropa. Hal ini berpotensi meningkatkan daya saing produk Indonesia dan memberikan akses yang lebih baik ke pasar yang sangat besar tersebut.
Uni Eropa merupakan salah satu mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Kedua pihak memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan negosiasi ini dalam waktu dekat, mengingat pentingnya pasar masing-masing.
Selain keuntungan dari penghapusan pajak, perjanjian ini juga diharapkan dapat menyelesaikan isu-isu lain, seperti peraturan tentang deforestasi yang diterapkan oleh Uni Eropa (*EUDR*) dan mekanisme penyesuaian karbon perbatasan (*carbon border adjustment mechanism* atau CBAM). IEU-CEPA diharapkan menjadi fondasi yang kokoh untuk hubungan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa.
Zulkifli juga menekankan urgensi menyelesaikan diplomasi perjanjian perdagangan ini sebelum transisi pemerintahan kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto, pada bulan Oktober 2024. Dia mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 51 bulan berturut-turut, dan penyelesaian perundingan ini sangat penting untuk terus memperkuat kinerja perdagangan Indonesia.
ANTARA
Progres IEU-CEPA Hampir 90 Persen, Target Selesai September 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemlu Pastikan Seluruh Jamaah Umrah Aman di Tengah Eskalasi Konflik
Ginting Harus Mengakui Keunggulan Richie Duta di Indonesia Masters
Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter dan Dokter Gigi Spesialis
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Polres Lamandau Sita 705 Gram Sabu dan 400 Pil Ekstasi, Terduga Kurir Diamankan
KPK Periksa Direktur L&G Insurance Broker Sebagai Saksi Kasus Jasindo
Komentar (0)
Memuat komentar…







