BORNEONEWS, Kapuas - Halaman sekolah Taman Kanak Perwanida becek akibat bekas galian proyek pengerjaan drainase yang di timbun ke halaman sekolah. Ini menjadi masalah bagi guru ketika harus ektra perhatian bagi anak didiknya ketika bermain di halaman.
Timbunan tanah itu sangat menganggu aktifitas anak-anak untuk bermain. Para guru pun berinisiatif mengeluarkan uang pribaadinya antara Rp80.000-Rp100.000 sekali angkut membuang bekas galian itu.
"Kami dari pihak guru mengambil insiatif mengurangi timbunan tanah di halaman sekolah. Itu pun di sudah diangkut selama tiga hari,” kata Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak Perwanida, Taibah, di kantornya, Senin (18/7/2016).
Sebagian tanah sudah diangkut menggunkan mobil pikap. Seharusnya Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya bertanggung jawab untuk membersihkan halaman tersebut. Ini mengingat hari Senin( 18/7/2016) aktifitas sekolah kembali setelah libur panjang.
“Akhirnya kami menyewa mobil pikap untuk mengurangi timbunan tanah tersebut dan ini sudah berkurang. Kemarin itu tinggi gundukan tanah serta akar ranting pohon,” ungkapnya.
Ia berharap dalam waktu dekat halaman sekolah tidak ada lagi sisa-sisa timbunan tanah. Karena apabila turun hujan kondisi halaman sekolah bertambah parah. Sepatu peserta didik pun lengket terkena tanah, serta seragam sekolah mereka pun ikut kotor.
Memang sebelumnya ada perjanjian bahwa sebelum aktifitas sekolah kembali, pengerjaan drainase sudah rampung. Tetapi sampai saat ini hanya drainase saja yang sudah rampung,tetapi pagar masih dalam tahap pengerjaan. Hanya yang menjadi masalah bekas galian proyek masih di timbun di halaman sekolah.
"Kalau ini tidak diatasi akan mengancam keselamatan anak didik kami. Masih ada sisa-sisa tancapan kayu galam di halaman sekolah. Saya tunggu janji dari pihak Dinas PU untuk mengangkut tanah karena sekolah ini masuk dalam kawasan Islamic Center,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/m)








