BORNEONEWS, Palangka Raya  -Anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Lodewik C Iban kembali menilai PT Kalimantan Surya Kencana (KSK) tidak memberikan keuntungan bagi pendapatan provinsi Kalimantan Tengah.


“Tujuan perusahaan tersebut untuk mencari sumber utama yaitu emas, tapi kegiatan eksplorasi secara besar-besaran itu, tidak memberikan kontribusi apa-apa bagi pednapat asli daerah (PAD). Ironisnya, perusahaan mengaku malah juga tidak mendapatkan keuntungan. Selama 18 tahun ini, mereka hanya membuat lubang saja, namun tidak ada hasilnya,” tegas Lodewik kepada sejumlah wartawan di DPRD Kalteng, Senin (18/7/2016).

Menurut legislator Nasdem ini dampak dari aktivitas perusahaan malah hanya menyisakan kerusakan atau lubang di sejumlah tempat.

Ia mengatakan, pihaknya telah menggelar kunjungan ke PT Kalimantan Surya Kencana (KSK), yang berlokasi di Kabupaten Gunung Mas. Berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi di lapangan, jajaran dewan memutuskan untuk memberikan rekomendasi.

“Kami sepakat memberikan dua opsi bagi mereka,yakni kemungkinan opsi agar peemrintah daerah memperkecil area eksplorasi, untuk memperkecil efek kerusakan akibat penggalian, kalau perlu mencabut izin area,” ucapnya.

Ia menjelaskan, izin dari PT KSK sudah terlalu banyak sehingga bagi daerah yang belum dikerjakan oleh perusahaan diusulkan untuk dicabut.

“Kemungkinan solusi atau alternatif  lain juga sedang dipikirkan bersama. Sebab masih banyak pihak ketiga yang ingin berinvestasi di wilayah Kalteng. Untuk sistem kerja, KSK cukup baik. Sebanyak 80 persen tenaga kerja perusahaan dari masyarakat lokal, sehingga patut di beri jempol, dimana mereka PT KSK memiliki andil dalam memberdayakan masyarakat setempat,” katanya.

“Tapi itu semua tidak cukup, kalau dikaitkan dengan penilaian yang maksimal. Investasi yang ada di Kalteng, harus memberikan manfaat yang baik. Secara aturan, perusahaan yang beroperasi di wilayah ini, dituntut berkontribusi bagi masyarakat dan juga daerah, kalau tidak ada hasilnya, sama saja bekerja tanpa ada pemasukan sedangkan kerugian yang ada sudah sangat banyak, utamanya alam sekitar,” pungkasnya. (ARIANANTa/m)