BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Penjabat Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi (PMB) gratis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperbaiki kebiasaan makan di rumah yang tidak memadai, terutama di kalangan anak-anak. Salah satu contoh yang disebutnya adalah anak-anak yang menghindari sayuran dan lebih memilih makanan seperti tempe orek. Dalam kunjungannya ke SD Sudimara 7 di Ciledug pada hari Rabu, Nurdin menjelaskan bahwa fenomena tersebut mencerminkan pola makan yang perlu diubah secara bertahap melalui program ini. "Ada siswa yang tidak mau mengonsumsi sayur atau ayam. Ini menunjukkan bahwa kita perlu memperbaiki kebiasaan tersebut di rumah," katanya. Program Makan Bergizi ini merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Dengan memastikan bahwa mereka memperoleh gizi yang seimbang, pemerintah berharap dapat membentuk kebiasaan makan yang lebih baik di kalangan para pelajar. Nurdin menyatakan, "Dengan keberadaan program ini, diharapkan anak-anak dapat mengadopsi pola makan sehat, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi keluarga mereka untuk melakukan hal yang sama." Ia juga menambahkan bahwa kegiatan hari ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah berlangsung selama dua bulan, yang dimulai dari minggu pertama setelah pelaksanaan di 34 sekolah lain di Kota Tangerang. Nurdin menegaskan bahwa program Makan Bergizi gratis di daerahnya terus berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi para siswa. "Saya melihat anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Makanan yang disajikan sudah sesuai, meskipun demikian, ada beberapa anak yang masih dalam tahap penyesuaian dengan makanan bergizi yang disediakan," pungkas Nurdin. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat di kalangan generasi muda. ANTARA