BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) yang terletak di Darussalam, Banda Aceh, telah melaksanakan program bernama Gerakan Mahasiswa Peduli Masyarakat (*GEMPAR*) di Kabupaten Aceh Besar pada bulan Oktober 2024. Salah satu fokus utama dari program ini adalah melakukan intervensi untuk mengatasi stunting. Wakil Dekan Fakultas Keperawatan USK, Aceh Hilman Syarif, menjelaskan bahwa program *GEMPAR* merupakan kegiatan rutin yang menjadi ciri khas dari Fakultas Keperawatan. Aceh Besar dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki sejarah kerja sama yang baik dengan fakultas serta faktor geografi yang dekat dengan lokasi universitas. Kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini mencakup berbagai inisiatif untuk mengurangi angka stunting, meningkatkan angka imunisasi, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi baru lahir, serta menyediakan layanan pengobatan gratis. Sebanyak 200 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan DPMG Aceh Besar dengan harapan bahwa semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar, khususnya di Kecamatan Baitussalam. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut dengan antusiasme program *GEMPAR* yang dilaksanakan oleh Fakultas Keperawatan USK tahun 2024. M Ali, Asisten II Setdakab Aceh Besar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung dan menyambut baik kolaborasi Fakultas Keperawatan USK dalam melaksanakan kegiatan sosial yang berfokus pada upaya pencegahan serta penurunan angka stunting. M Ali menegaskan bahwa inisiatif *GEMPAR* sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, yang bertujuan untuk menciptakan Indonesia Emas. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa anak-anak yang lahir saat ini sehat, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan memiliki kecerdasan yang baik, sehingga mereka bisa menjadi generasi yang siap bersaing di tingkat global pada tahun 2045. Generasi yang lahir saat ini diharapkan mampu berkompetisi dengan baik di kancah internasional. Oleh karena itu, M Ali menegaskan bahwa tanggung jawab untuk mencapai cita-cita tersebut ada di tangan semua pihak saat ini. ANTARA