JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Cabang olahraga panjat tebing untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 dipastikan telah siap seratus persen untuk dipertandingkan. Pertandingan akan berlangsung di kompleks Stadion Harapan Bangsa di Banda Aceh pada tanggal 5 hingga 20 September. Florenciano Hendricus Mutter selaku Technical Delegate untuk panjat tebing menegaskan bahwa pertemuan teknis yang digelar hari ini berjalan sesuai dengan harapan tanpa ada kendala yang berarti. Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa terdapat sedikit perdebatan terkait nomor *speed*, tetapi hal tersebut sudah diselesaikan dengan kesepakatan bersama. "Hasil pertemuan teknis menunjukkan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana dan tidak ada masalah yang muncul. Kami telah melakukan penjelasan terkait perbedaan kecil dalam *speed*, dan akhirnya disepakati untuk menggunakan format yang biasa saja," ujarnya kepada wartawan pada hari Rabu. Florenciano menambahkan bahwa semua persiapan acara telah dilaksanakan dengan matang, dan tidak ada masalah yang ditemui, termasuk dalam hal infrastruktur pendukung yang diperlukan untuk menyelenggarakan kompetisi ini. "Tidak ada hambatan lainnya. Semua berjalan dengan baik. Kami berharap semuanya bisa berjalan lancar, dan faktor cuaca juga dapat mendukung penyelenggaraan acara sehingga tidak terjadi penundaan," jelasnya lebih lanjut. Pada PON Aceh-Sumut 2024, panjat tebing akan diikuti oleh atlet dari 26 provinsi yang bersaing memperebutkan total 16 medali emas. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mencatat bahwa sebanyak 188 atlet yang terdiri dari 103 atlet putra dan 85 atlet putri akan berkompetisi di ajang yang diadakan untuk pertama kalinya di dua provinsi ini. Sejumlah 16 nomor yang akan dipertandingkan meliputi *speed world record* perorangan (putra/putri), *boulder* perorangan (putra/putri), *lead* perorangan (putra/putri), *combined* (boulder dan lead) perorangan (putra/putri), *speed world record* tim, *boulder* tim, dan *lead* tim. Sementara itu, untuk nomor campuran, terdapat *combined* (boulder dan lead) tim serta *speed classic* tim. "Kami sepakat bahwa format pertandingan akan tetap seperti biasa dan tidak berubah. Sebelumnya, ada usulan untuk mengubah format pertandingan, tetapi setelah mendapat protes, kami memutuskan untuk kembali pada format yang sudah dikenal," tutup Florenciano. ANTARA