JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemimpin Gereja Katolik sedunia dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, menegaskan bahwa peperangan adalah bentuk kekalahan bagi umat manusia. Dalam sebuah pertemuan dengan kaum muda yang tergabung dalam Scholas Occurantes di Youth Center Graha Pemuda Senayan, Jakarta, Bapa Suci mengingatkan pentingnya memahami bahwa perpecahan yang terjadi di antara kita hanya akan membawa kerugian. Paus Fransiskus menyampaikan, "Jangan lupa satu hal ini, peperangan adalah sebuah kekalahan. Permusuhan di antara kita adalah sebuah kekalahan untuk kita." Ia menekankan bahwa konflik dan peperangan seringkali muncul akibat sifat serakah atau keinginan untuk menguasai segalanya. Untuk itu, Paus mengajak seluruh umat untuk saling mendukung, merangkul, dan menerima satu sama lain demi tercapainya perdamaian yang sejati. Saat menghadapi permusuhan atau konflik, Paus mendorong semua pihak untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara berdialog dan berdiskusi secara sehat. Ia menegaskan bahwa "berperang atau berselisih dan saling bertengkar itu sesuatu yang sangat buruk. Sebaliknya, saling bertukar pikiran, berdiskusi secara sehat, dan berbagi untuk mencari solusi menjadi tindakan yang sangat positif." Dalam kunjungan ini, Paus Fransiskus telah mengunjungi Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga di Jakarta pada pukul 16.30 WIB, di mana ia bertemu dengan para uskup, imam, diakon, biarawan, biarawati, seminaris, dan katekis. Kemudian, pada pukul 17.35 WIB, beliau melanjutkan pertemuan dengan kaum muda dari Scholas Occurantes. Kunjungan Bapa Suci ke Indonesia ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah kunjungan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989. Selama perjalanan apostoliknya ke kawasan Asia-Pasifik yang berlangsung dari 3 hingga 13 September 2024, Paus Fransiskus akan mengunjungi empat negara, yaitu Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura. Ini akan menjadi lawatan terpanjang yang dilakukan oleh Bapa Suci yang berusia 87 tahun tersebut, sejak ia memimpin Tahta Suci Vatikan selama sebelas tahun terakhir. ANTARA