YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Yogyakarta semakin aktif melakukan peningkatan layanan secara daring atau online. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa peserta yang tinggal di daerah pelosok desa di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap dapat terhubung dan menjangkau informasi penting dengan mudah. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Idar Aries Munandar, menyampaikan bahwa saat ini fokus utama mereka adalah pada layanan *BPJS Online*. Layanan ini dirancang khusus untuk membantu peserta yang mengalami kesulitan akses akibat jarak yang jauh, sehingga mereka dapat tetap mendapatkan informasi dan dukungan yang diperlukan. "Melalui fasilitas *BPJS Online*, kami bekerja sama dengan perangkat desa untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Peserta yang berada di daerah terpencil kini bisa mengakses informasi, melakukan perubahan data, dan mengajukan pengaduan terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," jelas Nandar. Lebih lanjut, Nandar menjelaskan bahwa peserta hanya perlu berkumpul di satu lokasi yang telah disepakati bersama di lingkungan tempat tinggal mereka untuk mengikuti sesi video conference. Hal ini memudahkan mereka untuk tetap terhubung dan mendapatkan layanan yang diperlukan tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Saat ini, layanan *BPJS Online* telah dilaksanakan di Kalurahan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Setiap minggu, peserta di daerah tersebut mendapatkan layanan melalui media *Zoom meeting* atau video conference, dua kali dalam seminggu. Nandar juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah desa dan pemerintah kabupaten demi kelancaran pelaksanaan *BPJS Online*. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan, karena ini sangat berarti bagi masyarakat setempat," ungkapnya. Di sisi lain, untuk layanan di kantor cabang, BPJS Kesehatan juga telah menyediakan Anjungan Mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (AMAN JKN). Dengan fasilitas ini, peserta dapat melakukan berbagai transaksi seperti pengecekan status peserta, informasi tagihan iuran, serta mencari lokasi fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus antre di loket layanan. Lebih jauh, Nandar menambahkan bahwa AMAN JKN telah diperkuat dengan teknologi *Face Recognition BPJS Kesehatan* (Frista) untuk menjamin keamanan dan kevalidan data peserta. "Kami akan terus berupaya melakukan inovasi dan terobosan untuk memberikan layanan terbaik. Program JKN ini adalah milik bersama, milik masyarakat Indonesia," tegasnya. ANTARA