**Borneonews - Badung, Bali**, Pemerintah Kabupaten Badung di Bali menunjukkan dukungannya terhadap proyek transportasi *Bali Subway* dengan menyediakan lahan bagi pembangunan area bertema *Transit Oriented Development* (TOD). Kawasan ini akan dibangun di lokasi sentral parkir Kuta.
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, mengungkapkan bahwa ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah. Pembangunan TOD tersebut akan menggunakan lahan seluas dua hektar milik Pemkab Badung dan tambahan lima hektar dari Pemerintah Provinsi Bali.
Proses pembangunan sistem transportasi *Bali Subway* telah dimulai dengan serangkaian upacara yang menandai peletakan batu pertama di area Sentral Parkir Kuta.
Tahap pertama dari proyek ini direncanakan akan melintasi jalur Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Central Parkir Kuta, Seminyak, Berawa, dan Cemagi dengan total jarak mencapai 16 kilometer. Sementara itu, fase kedua meliputi rute dari Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui Jimbaran, Universitas Udayana, ke Nusa Dua dengan panjang 13,5 kilometer. Fase ketiga akan menjangkau jalur dari Central Parkir Kuta ke Sesetan, Renon, dan Sanur, dan fase keempat akan mencakup rute dari Renon ke Sukawati dan berlanjut hingga Ubud.
Bupati Giri Prasta menekankan bahwa Pemkab Badung berkomitmen mendukung pembangunan TOD sebagai bagian dari pengelolaan tata kota yang sesuai dengan aturan tata ruang, yang juga akan berhubungan erat dengan sektor transportasi. Ia menyatakan bahwa pembangunan ini mengikuti prinsip estetika yang menghargai keindahan dan keasrian Pulau Dewata, sehingga pengembangan infrastruktur dilakukan di bawah tanah.
Ia juga menjelaskan bahwa proyek ini akan dilaksanakan dengan pendekatan *Business To Business*, sehingga tidak akan membebani anggaran daerah, baik kabupaten maupun provinsi. Fokus utama dari proyek ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat, sambil mengurangi polusi dan menghemat energi di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Bupati menggambarkan bahwa proyek ini juga dirancang untuk memberikan manfaat tidak hanya kepada wisatawan, tetapi juga kepada masyarakat lokal. Meningkatnya kunjungan wisatawan diharapkan juga akan berdampak positif terhadap pendapatan pajak hotel dan restoran yang pada gilirannya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat setempat. Ia memastikan bahwa tarif untuk pengguna *subway* ini akan terjangkau bagi warga.
Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, juga mencatat bahwa investor dari PT. BIP dan PT. Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ) telah memesan delapan unit *Tunnel Boring Machine* (TBM) untuk proyek ini. Dalam perbandingan, penggunaan TBM di Jakarta masih jauh lebih sedikit, yakni hanya dua unit, sementara Bali akan memanfaatkan delapan unit. Dijadwalkan, alat-alat berat ini akan tiba pada bulan April dengan diameter 7,2 meter, lebih besar dari yang digunakan untuk proyek *MRT* Jakarta yang berdiameter 6,4 meter. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Bali.
Direktur Utama PT. SBDJ, Ari Askhara, menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan inisiatif strategis dari Pemprov Bali dalam mengatasi masalah kurangnya layanan transportasi publik serta keterbatasan anggaran daerah. Dalam rancangannya, kedalaman konstruksi diperkirakan mencapai 30 meter, dan jalur bawah tanah nantinya akan menggunakan sistem jalur ganda dengan standar ukuran 1.435 mm.
Ari Askhara menekankan pentingnya penyebaran TBM di beberapa lokasi agar proyek *Bali Subway* dapat selesai tepat waktu, terjaga momentum, dan memenuhi harapan masyarakat Bali dalam mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi permasalahan.
ANTARA
Pemkab Badung Siapkan Lahan untuk Proyek Bali Subway yang Modern
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Komentar (0)
Memuat komentar…







