JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pelestarian fungsi bahasa Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2024. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 2 hingga 7 September 2024, dan diikuti oleh 62 peserta terpilih yang merupakan perwakilan dari masing-masing provinsi di Indonesia. Setiap provinsi mengirimkan putra dan putri terbaik untuk berkompetisi dalam ajang bergengsi ini. Hafidz Muksin, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, menyampaikan sambutannya kepada generasi muda yang hadir. Ia mengucapkan selamat kepada semua peserta yang telah menunjukkan kecerdasan, semangat, serta komitmen tinggi dalam menjaga bahasa Indonesia. Menurutnya, pemilihan Duta Bahasa Nasional bukanlah sekadar sebuah acara tahunan, melainkan sebuah platform untuk merealisasikan ide-ide menjadi tindakan yang konkret. Muksin mengharapkan agar para peserta dapat mengaplikasikan gagasan yang mereka miliki dalam berbagai kegiatan kebahasaan di daerah masing-masing. Ia menekankan pentingnya Duta Bahasa sebagai mitra strategis bagi Badan Bahasa dalam mendukung berbagai program kebahasaan dan kesusastraan yang ada. Lebih lanjut, Muksin menegaskan bahwa kemitraan ini harus didasarkan pada kesetaraan. "Dengan menjadi mitra, kita harus saling memberikan manfaat dalam kemitraan yang seimbang," ujarnya. Informasi lebih lanjut mengenai proses pemilihan menyebutkan bahwa kegiatan ini akan dilakukan melalui penyampaian materi serta penilaian yang berkaitan dengan kebijakan pemilihan duta bahasa, serta pengetahuan umum seputar kebahasaan dan kesusastraan. Dalam menentukan pemenang terbaik, Badan Bahasa akan melakukan penilaian yang mencakup pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan dukungan dari para pakar dan praktisi yang berasal dari lembaga profesional, universitas, serta Badan Bahasa itu sendiri. Materi yang diusung dalam pemilihan Duta Bahasa tahun ini mencakup kebijakan bahasa dan kesusastraan untuk generasi muda, serta peran Duta Bahasa sebagai mitra dalam pelaksanaan program-program Badan Bahasa. Selain itu, terdapat juga pembahasan mengenai pengembangan fungsi bahasa Indonesia sebagai *international language*, serta upaya pengutamaan bahasa Indonesia di berbagai sektor. Tak hanya itu, terdapat juga materi tentang revitalisasi bahasa daerah, teknik penulisan artikel berbasis kebahasaan dan kesusastraan, pembuatan konten kebahasaan untuk media sosial, serta teknik berbicara di depan umum. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan generasi muda dapat berkontribusi lebih dalam menjaga dan mengembangkan bahasa Indonesia. ANTARA