**Borneonews - Denpasar**, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali sementara, Dewa Made Mahayadnya, baru saja melakukan pertemuan dengan Presiden Zanzibar, Hussein Ali Mwinyi. Pertemuan ini difokuskan pada berbagai isu penting yang berkaitan dengan pariwisata, ketenagakerjaan, dan pendidikan.
Dalam kesempatan ini, Dewa Mahayadnya menjelaskan bahwa pariwisata di Bali dibangun di atas dasar budaya yang kuat, diiringi dengan dukungan berbagai regulasi, salah satunya adalah Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 mengenai Desa Adat. Penjelasannya mengenai potensi dan perkembangan pariwisata Bali yang telah dikenal luas di seluruh dunia disampaikan secara detail.
Acara pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 3 September, di Kabupaten Badung, Bali. Dalam forum ini, selain pariwisata, juga dibahas isu terkait pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan serta pelestarian budaya yang ada di Bali. Pengalaman Dewa Jack di industri pariwisata, baik sebagai pengusaha maupun sebagai pekerja di *cruise ship*, memberikan sudut pandang berharga dalam diskusi tersebut.
Menariknya, Dewa Mahayadnya mampu berkomunikasi dengan Presiden Zanzibar tanpa bantuan penerjemah, karena ia menguasai bahasa *Inggris* dengan baik. Hal ini menunjukkan kemampuan diplomasi yang baik dalam menjalin hubungan antar negara.
Presiden Hussein Ali Mwinyi dari Zanzibar menyatakan harapannya untuk menjalin kerjasama yang baik dengan Bali. Ia berkeinginan agar pariwisata di negaranya dapat berkembang setara dengan kemajuan yang telah diraih Bali. Sebagai bentuk penghargaan, Presiden Mwinyi berencana untuk memberi nama satu ruas jalan di Zanzibar dengan nama "Jalan Pulau Bali". Dalam kesempatan ini, dia juga berharap ada ruas jalan yang dinamai "Jalan Zanzibar" di Bali, mengingat banyaknya warga Bali yang bekerja sebagai tenaga migran di sana.
Lebih lanjut, Presiden Zanzibar menyampaikan ambisinya untuk mengembangkan sektor pariwisata di negaranya, mengikuti jejak kesuksesan Bali. Selain itu, ia juga menginginkan penataan lingkungan yang baik serta pengelolaan sampah yang teratur, sehingga Zanzibar dapat menjadi destinasi wisata yang diakui di kancah internasional.
Hussein juga mengungkapkan keinginannya untuk membangun kerjasama yang saling menguntungkan, yang tidak hanya meningkatan pengetahuan di bidang pariwisata, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kedua wilayah. Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan sekaligus berkontribusi pada peningkatan pendapatan negara dari sektor pariwisata.
Sebelum bertemu dengan Presiden Zanzibar, Dewa Mahayadnya bersama Sekretaris DPRD Bali, I Gede Indra Dewa Putra, telah mengadakan pertemuan dengan anggota Sekretariat DPRD Provinsi Bali. Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai agenda terkait rencana kegiatan yang berkaitan dengan pembentukan alat kelengkapan dewan, termasuk pembentukan komisi, pimpinan komisi, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), fraksi, serta tata tertib DPRD Bali.
ANTARA
DPRD Bali dan Zanzibar Bahas Kerja Sama Pengembangan Pariwisata
Bagikan:

DENPASAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
OJK Gencar Edukasi Keuangan di Kalangan Pemuda Cegah Rekening Dormant
Komentar (0)
Memuat komentar…







