BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap program pangan jajanan anak sekolah yang berfokus pada keamanan di Kabupaten Natuna, yang merupakan bagian dari Kepulauan Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan pangan yang aman dan bergizi. Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman ini telah dimulai sejak tahun 2021. Adapun tujuan utama dari program ini adalah menciptakan manajemen keamanan yang baik di lingkungan sekolah, mendorong kemandirian di dalam komunitas sekolah untuk membangun budaya konsumsi pangan yang aman, serta meningkatkan pengetahuan tentang keamanan pangan di kalangan siswa, orang tua, dan guru. Dalam sebuah percakapan melalui telepon dari Natuna pada Rabu, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya dari BPOM Batam, Therecy Elly Yana, menyebutkan bahwa monitoring dilakukan di salah satu penginapan di Natuna, dan dihadiri oleh perwakilan dari 28 sekolah yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat, serta pihak-pihak terkait dari komunitas setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin dihadapi sekolah dalam menerapkan program PJAS Aman. Hasil dari monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah telah melakukan upaya mandiri dalam menjaga keamanan pangan. Namun, terdapat catatan bahwa sosialisasi mengenai keamanan pangan kepada siswa dan orang tua masih dilakukan dalam frekuensi yang rendah, yaitu rata-rata satu kali dalam setahun. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam komunikasi dan edukasi tentang pentingnya keamanan pangan. Sejak awal program ini, BPOM Batam bertanggung jawab untuk mengawal penerapan PJAS di setiap sekolah yang terlibat di Natuna. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa program keamanan pangan dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain itu, BPOM juga melakukan tindak lanjut terhadap rencana program keamanan pangan yang disusun oleh Tim Keamanan Pangan Sekolah. Mereka menjaga kompetensi para kader keamanan pangan yang telah dilatih dan berupaya mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di sekolah, serta memberikan rekomendasi untuk menyelesaikan isu-isu tersebut. "Badan POM di Batam melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan sekolah setiap tahun agar intervensi yang diberikan dapat berlangsung dengan berkesinambungan," ungkap Therecy Elly Yana. Dia juga menambahkan bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun terakhir untuk pengawalan PJAS di Natuna. Dengan berakhirnya dukungan dari BPOM, diharapkan sekolah-sekolah akan mampu melaksanakan semua program terkait keamanan pangan secara mandiri. "Harapan kami adalah agar setiap sekolah terus berkomitmen dalam menerapkan intervensi keamanan pangan. Hal ini penting agar setiap generasi dan angkatan siswa bisa memahami dan menerapkan budaya keamanan pangan dengan baik," tutupnya. ANTARA