MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pendidikan Pelatihan melakukan visitasi Kepemimpinan Nasional di Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan XXVII, dan digelar pada tanggal 4 September. Kunjungan tersebut diterima oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, yang menyambut para tamu dengan hangat. Dalam sambutannya, Firman mengungkapkan, "Hari ini kami kedatangan tamu-tamu hebat. Selamat datang di Kota Makassar. Terima kasih telah memilih kota ini sebagai lokasi untuk visitasi kepemimpinan." Kegiatan visitasi ini dipimpin oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi Kementerian Agama, Dr. Syafi’i, yang membawa serta 15 peserta dari beragam latar belakang. Agenda kegiatan mencakup sesi pemaparan dan diskusi mengenai berbagai aspek pemerintahan. Topik yang dibahas meliputi inovasi dalam pelayanan publik, digitalisasi, tata kelola pemerintahan, serta konsep *Sombere and Smart City*. Dalam kesempatan tersebut, Firman Pagarra menekankan bahwa kesuksesan Kota Makassar tidak lepas dari kemampuan para pemimpinnya dalam menciptakan solusi lewat inovasi. Ia menjelaskan, "Ratusan inovasi yang ada di Kota Makassar ini sangat berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang pada akhirnya berdampak bagi kesejahteraan masyarakat." Ia juga menambahkan bahwa di Kota Makassar terdapat protokol bernama "sentuh hati," di mana seluruh lurah dan camat secara rutin mengunjungi rumah warga setiap harinya. "Konsep *Sombere and Smart City* sebagai platform unggulan bagi Kota Makassar telah melahirkan beragam program cerdas, salah satunya program Lorong Wisata yang berupa 21 jenis konten," paparnya. Tidak hanya itu, Firman juga memperkenalkan beberapa aplikasi yang mendukung peningkatan sektor pendapatan, seperti Pakinta, serta peran aktif dari RT/RW yang turut membantu keberhasilan tersebut. Sejalan dengan tema penguatan layanan publik melalui digitalisasi, dalam sesi tersebut, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ismawaty Nur mempresentasikan konsep pelayanan publik berbasis digital di Kota Makassar. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Andi Zulkifly Nanda, memberikan penjelasan mengenai berbagai item dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). Dr. Syafi'i berharap kegiatan visitasi ini dapat menghasilkan hasil yang optimal dan menjadi referensi untuk keberhasilan proyek perubahan bagi para peserta pelatihan. "Kami memilih dua lokasi, yaitu Kota Makassar dan Denpasar. Kota Makassar dipilih karena kami melihat potensi serta inovasi yang luar biasa. Kami berharap peserta pelatihan bisa belajar dan mendapatkan banyak hal positif dari sini," ungkapnya. ANTARA