BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Pemerintah Kabupaten Serang menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan konsep *smart city* atau kota cerdas guna mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, menjelaskan bahwa langkah ini berlandaskan pada penggunaan dokumen *smart city* yang telah disusun berdasarkan berbagai pemikiran perencanaan yang komprehensif, kolaboratif, partisipatif, inovatif, serta matang. Suhartanto menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program enam dimensi yang menjadi inti dari visi *smart city*. Menurutnya, kerjasama ini sangat diperlukan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang melalui implementasi konsep tersebut. Kerja keras dan semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam penyusunan dokumen ini, dirasakan baik dan harus disesuaikan dengan kearifan lokal serta memaksimalkan potensi unggulan yang ada. Ia juga menegaskan agar dokumen yang telah disusun tidak hanya menjadi arsip tanpa ada aksi nyata. Implementasi hal tersebut sangatlah penting, khususnya untuk menjalankan program-program *quick win* yang telah disepakati bersama. Suhartanto menyatakan bahwa pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan hal ini dalam tindakan nyata. Program *quick win* yang telah ditetapkan meliputi berbagai inisiatif seperti Aplikasi Serang Tatu, yang merupakan sistem pelayanan satu pintu di Kabupaten Serang. Selain itu, terdapat juga aplikasi Sikonde yang berfungsi sebagai sistem konektivitas untuk desa wisata. Program lainnya termasuk penataan sentral perikanan di Kabupaten Serang dengan konsep *one village one product*, serta program transportasi ramah dan aman untuk pegawai pemerintah daerah melalui program transformer. Terdapat juga program pojok dolan dan pesan ibu yang berfokus pada pengelolaan sampah secara inovatif dan bermanfaat. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Haerofiatna, menyampaikan bahwa para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) telah hadir untuk menandatangani komitmen bersama demi pelaksanaan program *smart city* ke depan. Saat ini, mereka masih berada dalam tahap kajian penyusunan *masterplan*, dan nantinya dokumen tersebut akan diserahkan kepada Bupati Serang. Haerofiatna berharap proses ini dapat berjalan secara bertahap, sesuai dengan ketersediaan anggaran. Menurutnya, enam dimensi dari *smart city* Kabupaten Serang meliputi *smart governance*, *smart branding*, *smart economy*, *smart living*, *smart society*, dan *smart environment*. Haerofiatna menambahkan bahwa beberapa program jangka pendek sudah ada, seperti Aplikasi Serang Tatu dan Aplikasi Sikonde. Ia optimis bahwa dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun, pembentukan *smart city* dapat segera terwujud, meskipun perjalanannya tidak akan mudah. ANTARA