BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Toboali**, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah meluncurkan inisiatif baru dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa *cultivator* kepada para petani cabai di wilayah tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian lokal. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura di Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Luhung Amin Firdaus, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama antara lembaganya dan Bank Indonesia. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan efisiensi dalam pengolahan lahan mereka. “Bantuan *cultivator* ini diberikan kepada kelompok tani yang berada di tiga desa, yaitu kelompok tani Rumpun Sentosa dari Desa Rias, Gapoktan Bumi Barokah Besaoh dari Desa Irat, serta kelompok tani Tunas Muda dari Desa Pongok,” terang Luhung di Toboali, Rabu. Dia juga menekankan pentingnya memanfaatkan bantuan alat mesin pertanian ini secara maksimal. Diharapkan, dengan hadirnya alat tersebut, proses pengolahan lahan oleh para petani dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, mengakselerasi siklus penanaman, serta pada akhirnya meningkatkan hasil panen cabai. Lebih lanjut, Luhung menjelaskan bahwa peningkatan produksi cabai sangatlah krusial. Hal ini dikarenakan cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki dampak signifikan terhadap tingkat inflasi, khususnya terkait dengan harga pangan di pasar lokal. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mengurangi tekanan inflasi yang sering disebabkan oleh fluktuasi harga cabai di pasar,” tambahnya. Dia menjelaskan bahwa pemerintah sangat berkomitmen untuk memastikan ketersediaan cabai yang mencukupi di pasaran, sehingga dapat menjaga harga tetap stabil dan melindungi daya beli masyarakat. Menurut data terkini, produksi cabai di Kabupaten Bangka Selatan pada semester pertama tahun 2024 menunjukkan perkembangan positif. Untuk cabai merah keriting, produksi telah mencapai 41,26 ton, sementara cabai rawit mencapai 48,77 ton. “Ini menunjukkan peningkatan sebanyak 7 persen dibandingkan semester yang sama tahun lalu, di mana produksi cabai merah keriting tercatat sebanyak 38,37 ton dan cabai rawit 45,36 ton,” ujar Luhung. ANTARA