**Borneonews - Jakarta**, Dalam rangka menyambut kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, Staf Khusus Presiden RI, Grace Natalie, menekankan perlunya kolaborasi lintas iman untuk melawan kekerasan seksual dan ketidakadilan gender. Seruan ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi kelompok terfokus yang mengangkat tema "Peran Perempuan Lintas Iman dalam Kampanye Dokumen Abu Dhabi" yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan pada hari Selasa.
Dalam pernyataannya, Grace Natalie menjelaskan bahwa Mukadimah Dokumen Abu Dhabi menyebutkan bahwa krisis yang dihadapi umat manusia saat ini disebabkan oleh hilangnya nurani kemanusiaan dan tergesernya nilai-nilai moral keagamaan. Dia menyoroti semakin meluasnya egoisme dan materialisme sebagai salah satu penyebab masalah ini.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perayaan akan perbedaan, toleransi, dan perdamaian, yang mana merupakan nilai-nilai yang tercermin dari kedatangan Sri Paus. Dalam kunjungan tersebut, Paus Fransiskus sebelumnya telah menandatangani "Dokumen Abu Dhabi" bersama Imam Besar Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, pada tahun 2019 lalu.
Forum tersebut dihadiri oleh delapan tokoh perempuan yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan. Di antara mereka terdapat Pdt. Fransisca Nadia Manuputty dari agama Kristen, Kalis Mardiasih yang mewakili Islam, Widhia Seni Handayani dari Buddha, Js. Ruysya Supit yang berasal dari Konghucu, Khotimun Sutanti juga dari Islam, Teresia Kurnia Siweing Ros Duarmas yang beragama Katolik, Anak Agung Ayu Ari Widhyasari dari Hindu, serta Is Werdiningsih sebagai perwakilan Penghayat.
Dalam kesempatan tersebut, Fransisca Nadia Manuputty mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh perempuan, mulai dari isu stereotype dan diskriminasi, hingga ketidaksetaraan dalam sosial dan ekonomi. Selain itu, aktivis perempuan Kalis Mardiasih juga menekankan bahwa permasalahan perempuan semakin kompleks dengan munculnya kekerasan berbasis gender yang terjadi di ranah daring.
ANTARA
Kolaborasi Perempuan Lintas Iman Melawan Kekerasan Gender dan Diskriminasi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Komentar (0)
Memuat komentar…







