TANJUNG SELOR –
**Borneonews - Tarakan**, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kalimantan Utara terus melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan keamanan informasi digital. Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis yang terfokus pada isu ini. Siti Asrida, Sekretaris DKISP Kaltara, menyatakan bahwa keamanan informasi saat ini merupakan perhatian yang sangat serius. Ancaman terhadap data dan informasi tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dapat muncul dari internal pemerintahan sendiri. Hal ini ditegaskannya saat membuka acara Bimbingan Teknis Penilaian Indeks Keamanan Informasi di Bulungan. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah langkah strategis dalam memperkuat perlindungan informasi di lingkungan pemerintahan daerah. Dalam kesempatan itu, Siti Asrida menekankan pentingnya dukungan dari semua pemangku kepentingan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersama-sama membangun tata kelola informasi yang aman dan dapat dipercaya di wilayah Kalimantan Utara. Siti Asrida juga menjelaskan bahwa pemahaman menyeluruh mengenai penilaian indeks keamanan informasi adalah hal yang krusial. Melalui pemahaman ini, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi serta mengatasi berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi. Dia berharap bimbingan yang diberikan mampu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di pemerintahan, terutama dalam melaksanakan penilaian yang akurat dan komprehensif terkait tingkat keamanan informasi di tiap instansi. Lebih lanjut, Siti Asrida menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menambah ilmu pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai forum untuk berbagi pengalaman. Kerjasama yang baik antar Diskominfo dari seluruh Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Utara diyakini akan menjadi kunci untuk menjaga keamanan informasi di daerah. Dalam acara tersebut, narasumber dari Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Dwi Kardono, serta perwakilan dari Bidang Aptika dan Bidang Persandian DKISP se-Kaltara turut hadir untuk memberikan pemaparan dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi dalam aspek keamanan informasi. ANTARA