**Borneonews - Jakarta**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta Barat mengemukakan pentingnya penghapusan tiga kategori tertentu dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) guna mengurangi angka golongan putih, atau yang lebih dikenal dengan istilah *golput*, pada pemilihan kepala daerah mendatang.
Abdul Roup, Koordinator Divisi Pencegahan dan Pengawasan Humas dan Hubungan antara Lembaga Bawaslu Jakarta Barat, menjelaskan bahwa tiga kategori yang dimaksud ialah pemilih yang sudah meninggal dunia, pemilih yang terdaftar secara ganda, dan anggota aktif TNI/Polri.
Roup juga mengungkapkan harapannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menghapus data pemilih yang telah meninggal. Hal ini, ujarnya, telah menjadi rekomendasi resmi yang disampaikan kepada pihak KPU. "Untuk kategori tersebut, KPU Jakarta Barat hingga kini belum menghapus sebagian pemilih dalam DPS yang telah meninggal akibat ketidakadaan surat keterangan kematian," tuturnya.
Sebelumnya, Bawaslu Jakarta Barat telah merekomendasikan 21 pemilih yang seharusnya dihapus dari DPS karena status mereka sebagai orang yang telah meninggal dunia. Meski sebagian dari data tersebut telah dihapus oleh KPU, masih ada beberapa yang belum dapat dihapus karena kurangnya dokumen yang diperlukan.
Selain itu, isu pemilih ganda menjadi perhatian penting. Roup menjelaskan bahwa pemilih ganda, yaitu mereka yang terdaftar di dua daerah berbeda, juga perlu ditinjau dan dihapus oleh KPU. "Status ganda ini harus menjadi perhatian untuk menekan indikasi golput," tambahnya. Penghapusan kategori pemilih ganda diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam pemilu.
Lebih jauh, Roup menyoroti bahwa data pemilih aktif dari TNI dan Polri harus dihapus dari DPS. "Penghapusan ketiga kategori ini diyakini akan berdampak langsung pada penurunan angka golput, serta membantu dalam upaya mengkampanyekan partisipasi masyarakat dalam pilkada mendatang," ungkapnya.
Dalam konteks ini, Ketua KPU Jakarta Barat, Endang Istianti, menargetkan tingkat partisipasi pemilih di Jakarta Barat pada Pilkada 2024 mencapai 80 persen. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan angka yang ditetapkan pada Pilkada 2019 yang berkisar di angka 79 persen. Peningkatan ini diharapkan dapat tercapai sejalan dengan berbagai langkah yang diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hak suara mereka.
ANTARA
Upaya Bawaslu Jakarta Barat Kurangi Golput melalui Penghapusan DPS
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Komentar (0)
Memuat komentar…







