PADANG –
**Borneonews - Solok**, Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, yang terletak di Sumatera Barat, kini memprioritaskan perbaikan drainase di wilayahnya untuk menciptakan permukiman yang lebih layak huni. Fokus utama ini diharapkan dapat mengatasi masalah saluran air yang tersumbat, sehingga kawasan perkotaan dapat terhindar dari genangan air. Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyampaikan di Solok bahwa beberapa saluran drainase memerlukan rehabilitasi dalam waktu dekat. Ia menegaskan pentingnya tindakan cepat untuk memperbaiki saluran yang bermasalah, dan meminta agar dinas-dinas terkait memprioritaskan perbaikan ini sama seperti yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Menurut Ramadhani, lembaga pemerintah setempat harus memperhatikan fungsi vital drainase, terutama dalam upaya untuk mencegah bencana banjir yang sering melanda wilayah tersebut. Pertumbuhan suatu daerah seringkali berbanding lurus dengan berkurangnya lahan terbuka yang berfungsi menyerap air secara alami. Permukaan tanah yang tertutup oleh material seperti beton dan aspal dapat menyebabkan penumpukan air. Jika air tersebut tidak dapat dialirkan dengan baik, genangan akan muncul dan berpotensi menyebabkan masalah serius. Ia lebih jauh mengungkapkan bahwa perawatan saluran drainase di kota ini harus menjadi perhatian yang serius, karena keberadaan saluran yang tersumbat sering kali berkontribusi pada fenomena banjir setiap kali hujan deras melanda. Sebagai langkah proaktif, Ramadhani telah menginstruksikan dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk melakukan inventarisasi terhadap seluruh drainase yang ada dan mengklasifikasikannya berdasarkan tingkat kelayakannya. Dengan adanya sistem drainase yang baik, kota diharapkan dapat menikmati berbagai manfaat, termasuk peningkatan kesehatan, kenyamanan, dan keasrian. Kondisi tanpa genangan air akan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman seluruh penduduk. Ramadhani menekankan pentingnya konsultasi berkelanjutan antara dinas terkait untuk merencanakan pembangunan gorong-gorong dan drainase dengan lebih efektif, agar sistem pembuangan air dapat berjalan dengan baik dan resiko banjir dapat diminimalisir. Kepala Bidang Peningkatan Prasarana dan Sarana Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Solok, Tun Sri Adam, menambahkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 14 proyek pembangunan drainase yang dilaksanakan di 13 kelurahan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjung Harapan dan Kecamatan Lubuk Sikarah. Tahun 2024 juga direncanakan melakukan perbaikan dan pembangunan lebih lanjut berdasarkan arahan walikota mengenai pengurangan risiko banjir. Langkah ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah Kota Solok untuk meningkatkan qualità della vita masyarakat serta menciptakan lingkungan pemukiman yang lebih produktif dan berkelanjutan. ANTARA