**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia akan memberikan insentif fiskal kepada daerah-daerah yang berhasil dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di tahun 2024. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk mengatasi masalah kesehatan yang signifikan tersebut.
Inisiatif ini diumumkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Wapres menyerahkan dana insentif kepada perwakilan dari 20 daerah yang terdiri dari sembilan provinsi, 99 kabupaten, dan 22 kota.
Di antara daerah yang menerima insentif tersebut termasuk Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Provinsi Jambi, Provinsi Jawa Tengah, serta Kota Bima di Nusa Tenggara Barat. Selain itu, Kota Depok dari Jawa Barat dan Kota Payakumbuh di Sumatera Barat juga tercatat sebagai penerima. Daerah lain yang turut mendapatkan dana insentif adalah Kota Dumai (Riau), Kota Prabumulih (Sumatera Selatan), Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Kota Denpasar (Bali), Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau), Kabupaten Lamongan (Jawa Timur), dan beberapa kabupaten lainnya.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya komitmen kepemimpinan dalam upaya penurunan stunting, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menjelaskan bahwa penajaman intervensi sangat diperlukan agar program yang diterapkan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Hal ini mencakup penyediaan data yang akurat tentang kelompok sasaran, serta pemantauan berkala untuk memastikan keberhasilan program.
Wapres juga menyampaikan harapan agar pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat melanjutkan program yang telah berjalan. Menurutnya, sangat diharapkan pemimpin baru tersebut dapat berkomitmen untuk mempertahankan pencapaian yang telah diraih sekaligus melampaui target yang ada.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menekankan bahwa pemerintah telah berupaya secara masif dalam menurunkan angka stunting selama dua tahun terakhir. Dia menjelaskan bahwa upaya tersebut mencakup penyediaan alat *antropometri* standar di seluruh *posyandu* serta alat *ultrasonografi* (*USG*) di tingkat *puskesmas*. Pemerintah juga memberikan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil sebagai bagian dari upaya menyeluruh untuk melindungi kesehatan masyarakat di seluruh daerah.
ANTARA
Pemerintah Berikan Insentif untuk Daerah Turunkan Stunting
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







