JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemimpin Umat Katolik seluruh dunia yang juga merupakan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, baru-baru ini menerima bibit pohon bakau dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan. Penyerahan bibit tersebut dilakukan sebagai simbol penghormatan terhadap upaya perlindungan keanekaragaman hayati yang sedang digalakkan di Indonesia. Luhut Pandjaitan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Paus Fransiskus atas komitmennya dalam mengadvokasi aksi iklim dan keberlanjutan. Dia menegaskan bahwa pesan yang disampaikan oleh Paus, yaitu harapan dan persatuan, sangat sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendorong agenda keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, kunjungan Paus ke Indonesia ini menjadi pengingat yang kuat akan tanggung jawab kolektif seluruh umat manusia untuk melindungi planet ini demi generasi mendatang. Dalam kunjungannya, Paus Fransiskus berencana untuk memberikan berkat kepada bibit pohon bakau sebelum bibit tersebut disebarkan ke lima lokasi yang berbeda di Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi upaya konservasi di daerah tersebut. Penyerahan bibit pohon bakau kepada Paus juga dihadiri oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid. Dalam kesempatan itu, Arsjad menekankan bahwa krisis iklim adalah tantangan yang tidak memandang batasan geografis ataupun agama. Dia mengajak semua pihak untuk terlibat dalam kampanye global guna menghadapi salah satu krisis terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Menurutnya, komunitas agama, termasuk pemimpin Gereja Katolik, memiliki peran penting dalam menggalang dukungan publik bagi pemerintah di seluruh dunia agar dapat memenuhi komitmen terkait perlindungan lingkungan. Paus Fransiskus dikenal luas sebagai pendukung setia dalam upaya aksi iklim. Ia telah berulang kali mendesak para pemimpin dunia untuk patuh terhadap *Paris Agreement* atau Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim, yang bertujuan untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5°C. Selama kunjungannya yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari di Indonesia, Paus akan memimpin misa besar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, di hadapan lebih dari 80 ribu umat. Kunjungan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan lawatan pertamanya ke Indonesia setelah 35 tahun, sejak kunjungan Paus Yohanes Paulus II. ANTARA