SURABAYA –
**Borneonews - Kediri**, Sebanyak 18 mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi dalam program "Kampus Mengajar Angkatan ke-8" yang diselenggarakan di Kediri, Jawa Timur. Program ini merupakan inisiatif tahunan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menjelaskan bahwa para mahasiswa tersebut ditempatkan di empat sekolah yang telah ditentukan, terdiri dari tiga sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama. Dalam program ini, mahasiswa akan melaksanakan praktik mengajar selama empat bulan dengan sistem kelompok, serta mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing. Selama praktik mengajar, mahasiswa dituntut untuk menempatkan diri sebagai guru yang efektif dan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif serta menarik. Hal ini bertujuan agar para siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran yang diajarkan. Menurut Anang, karena mahasiswa merupakan generasi muda yang lebih familiar dengan dunia digital dan teknologi informasi, mereka diharapkan memanfaatkan media digital dalam metode pembelajaran. Dengan demikian, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa. “Adik-adik mahasiswa ini memiliki rentang usia yang tidak jauh berbeda dengan siswa, sehingga mereka bisa menjadi contoh atau *role model* dalam pengembangan keterampilan. Kerja sama dengan guru di sekolah juga sangat penting, karena guru adalah mitra dalam menjalankan program ini,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa selama menjalani program Kampus Mengajar, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam revitalisasi perpustakaan, pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa, serta meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Selain itu, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Kota Kediri. “Mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan karakteristik masing-masing sekolah, yang pastinya memiliki keunikan. Selamat menjalankan tugas, berikan kontribusi maksimal, semoga program ini memberikan pengalaman berharga bagi kalian semua,” ungkapnya. Di sisi lain, salah satu peserta program, Nindya, mengemukakan rasa senangnya menjalani program ini. Nindya, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Negeri Padang Kediri, merasa diberi kesempatan yang baik untuk menerapkan ilmu, metode, serta strategi yang diperoleh selama masa perkuliahan. “Saya merasa senang karena bisa langsung menerapkan ilmu yang telah kami pelajari,” kata Nindya. Ia juga berkomitmen untuk menjalankan tugasnya sebaik mungkin. “Sebelum menyusun strategi pembelajaran, saya akan melakukan observasi terlebih dahulu. Hal ini penting agar nantinya metode pembelajaran yang saya rancang bisa diterima dengan baik oleh siswa,” tambahnya. Program Kampus Mengajar merupakan sebuah inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keahlian mereka di level sekolah dasar dan menengah. Program ini sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memberikan mahasiswa kesempatan untuk belajar di luar lingkungan kampus, mengasah pengalaman, serta meningkatkan kemampuan praktis yang dimiliki. ANTARA