BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas kendaraan angkutan bertonase dan berdimensi besar di Jalan Panglima Utar dan Jalan Bahari Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar),  kembali marak. Ini menuai keluhan dan tanggapan negatif dari warga lantaran lalu lalang kendaraan besar dari dan menuju Pelabuhan Panglima Utar, di jalan utama perkotaan Kumai itu menimbulkan kemacetan cukup parah.


Hadi, eorang warga Kelurahan Kumai Hulu mengaku resah dengan aktivitas kendaraan besar yang marak melintas di jalur utama perkotaan Kumai. Pasalnya, operasi kendaraan berbobot angkutan dan dimensi besar dari dan menuju Pelabuhan Panglima Utar itu tak jarang menimbulkan kemacetan lalu lintas. Khususnya di sekitar pasar sayur dan ikan Kumai, saat aktivitas di pasar itu sangat ramai.


"Di pasar ikan itu jadi sering macet. Apalagi kalau sudah sore atau waktu ada kapal datang. Katanya sudah dilarang lewat jalur itu. Kendaraan yang besar seperti fuso atau truk itu, katanya sudah ada jalurnya lewat jalan dalam. Tapi kok kambuh lagi," kata Hadi, Senin (18/7/2016).


Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Petrus Rinda menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan larangan keras aktivitas kendaraan besar melintas di Jalan Panglima Utar dan Jalan Bahari Kumai dan pihaknya juga sudah mengatur rekayasa jalan untuk lalu lintas kendaraan angkutan besar di perkotaan Kumai.


"Kendaraan bertonase dan berdimensi besar yang keluar dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan akan menuju arah Pangkalan Bun sudah diarahkan menggunakan jalur Jalan Gerilya, kemudian lewat Jalan Pemuda depan Kantor Kecamatan Kumai. Terus masuk ke Jalan Padat Karya II dan tembusnya di jalur utama Pangkalan Bun-Kumai, dekat terminal Kapitan," terang Petrus Rinda, Senin (18/7/2016).


Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kotawaringin Barat M Nur Syah Iksan mengatakan, aktivitas kendaraan besar di jalur utama kumai itu diduga akibat adanya perbaikan dan peningkatan pembangunan Jalan Pemuda yang tengah dikerjakan.


Meski begitu, bukan berarti kendaraan angkutan besar boleh melintas di jalur utama Kumai. Sebab, aktivitas kendaraan besar itu masih bisa diarahkan menggunakan jalur jalan lain. Dirinya berharap warga Kumai bisa membantu Dishubkominfo mengarahkan kendaraan penyebab macet ke jalur yang tidak rawan macet. (RADEN ARYO/m)