BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menginginkan Kota Palangka Raya harus menjadi ‘the real’ Gerbangnya Kalteng. Karena itu harus dilakukan sejumlah pembenahan agar kota bermoto Cantik ini semakin indah. Pemerintah kota (Pemkot) juga diminta menjadi trigger bagi 13 kabupaten lainnya untuk sama-sama menjadikan daerah semakin maju.
Pesan ini disampaikan Sugianto saat memberikan amanat inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palangka Raya ke-59 dan Hari Jadi Pemkot ke-51 di halaman Balaikota, Senin (18/7/2016). Menjadi trigger atau pemacu adalah penting, Kota Palangka Raya yang juga Ibukota Kalteng, tandas Sugianto, menjadi barometer bagi kabupaten lainnya.
“Palangka Raya adalah pintu gerbang masuknya orang ke Kalimantan Tengah ini, pintu masuknya investasi di Kalteng,makanya harus dibenahi, dipercantik, disiapkan. Saya juga minta pemkot bersinergi dengan kabupaten lainnya untuk tingkatkan pariwisata kita, dan potensi keunggulan daerah lainnya demi kemajuan Kalteng,” pesan gubernur di depan bupati dan wakilnya yang hadir dalam acara itu.
Tidak hanya berucap kata, Gubernur Sugianto juga menawarkan bantuan kepada pemkot. Itu sebagai solusi jika mengalami kesulitan baik pendanaan maupun masalah teknis. Misalnya dalam bidang pertanian dan perkebunan, ia memerintahkan kepala dinas provinsi turun tangan. Begitupun masalah bidang perikanan dan sebagainya.
“Saya minta tingkatkan kesejahteraan warga di pinggir sungai, bantu bidang perikanannya. Dinas kelautan dan Perikanan Provinsi laksanakan instruksi gubernur, harus bantu mereka. Kalau tidak, diganti saja kepala dinasnya,” ujarnya disambut aplaus meriah seluruh peserta upacara.
“Dalam rangka memperindah dan mempercantik Palangka Raya ini misalnya, kan perlu sinergi Pemkot dengan Pemprov. Andaikata tidak ada dana APBD kan bisa kita bantu misalnya melalui dana CSR perusahaan. Seperti bundaran itu, perlu direhab. Gubernur juga wajib dukung, kita sama-sama cari dananya,” tambah Sugianto.
Permintaan Sugianto berikutnya, meminta Walikota Palangka Raya mampu bersikap tegas kepada ASN bandel, tegas menata pertumbuhan kota agar sesuai tata ruang, tegas menyikapi menjamurnya rumah toko (ruko) yang sering menyalahi aturan.
“Di samping Cantik kotanya, kantor pemerintahan harus mengikuti, harus ditata,”. (ROZIKIN/m)








