BORNEONEWS, Palangka Raya - Kendaraan bekas layak pakai bantuan Jepang batal dipamerkan tepat pada hari ulang tahun (HUT) ke-59 Kota Palangka Raya dan HUT Pemkot Palangka Raya, Senin (18/7/2016). Padahal rencananya lima kendaraaan hibah itu masuk daftar acara’penampilan’ di ajang upacara peringatan HUT di halaman balaikota itu.
Tak tanggung-tanggung, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan dihadirkan. Wakil Bupati Bantaeng, M Yasin ikut hadir di tengah undangan upacara, duduk deretan paling depan. Maklum, Pemkab Bantaeng adalah ‘perantara’ bagi Pemkot Palangka Raya agar mendapat simpati pemerintah Jepang.
Dua hari sebelumnya, rombongan Pemkot dipimpin Wakil Walikota datang ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mengecek kedatangan Kapal Roll On Roll Off (Roro) yang membawa kontainer berisi empat kendaraan Damkar dan 1 unit Ambulan asal Jepang itu. Karena menurut jadwal, tiba pada (16/7). Tapi ternyata kapal belum merapat.
“Rencana dipamerkan di upacara HUT. Makanya diundanglah Wabup Bantaeng datang kesini. Tetapi kapal baru merapat pukul 14.00 WIB hari ini di Banjarmasin. Sehingga batal dipamerkan di Upacara tadi,” ungkap Waikota Riban Satia saat ramah tamah usai upacara, yang dirangkai dengan Halal Bihalal Pemkot di Gedung Palampang Tarung.
Riban menuturkan, Gubernur Ehime Jepang dijadwalkan datang ke Kabupaten Bantaeng pada Rabu lusa. Tujuannya, meresmikan sekolah mekanik Toyota se-Sulawesi yang didirikan di Bantaeng. Dirinya diundang datang kesana untuk menyaksikan, sebab Pemkot Palangka Raya juga berkeinginan mendapat bantuan yang sama, sekolah mekanik untuk se-Kalimantan di Palangka Raya. Namun rencana ini juga terpaksa gagal, karena Gubernur memerintahkan standby di tempat karena ada rapat pembahasan tata ruang yang harus dihadiri semua Kepala Daerah.
“Perintah gubernur tadi, dilarang keluar daerah. Rapat tata ruang harus kepala daerah tidak boleh diwakilkan. Jadi saya batal berangkat hari ini, Wakil Walikota yang hadir kesana. Kita ingin hadiri karena dalam rangka meminta agar ada sekolah mekanik juga ada di Kalteng,” katanya.
Selain itu Walikota Riban juga mengungkap keinginannya membangun perbatasan. Caranya, kerjasama dengan bupati yang wilayahnya berbatasan dengan Palangka Raya, antara lain Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau. (ROZIKIN/m)








