BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarbaru**, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan imbauan kepada warga agar lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Gubernur H Sahbirin Noor, yang merupakan jalur baru Banjarbaru-Batulicin. Penekanan ini disebabkan oleh belum adanya fasilitas penunjang dan pengaman yang memadai di sepanjang jalan tersebut. Ahmad Solhan, Kepala Dinas PUPR Kalsel, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memfasilitasi jalan dengan rambu, pembatas, bahu beton, atau pagar pengaman. "Kami menghimbau kepada masyarakat untuk berkendara dengan bijak," tuturnya dalam pernyataan yang diungkapkan di Banjarbaru. Sementara itu, Azan Syaiful Muaz, Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel, menambahkan bahwa kondisi ruas jalan alternatif Banjarbaru-Batulicin saat ini belum ideal untuk dilintasi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya elemen pengaman jalan yang masih dalam tahap pengerjaan. Meskipun memiliki jalur yang relatif lurus, jalan ini juga melintasi beberapa kawasan hutan lindung, sehingga ada aturan tertentu yang perlu diikuti saat memasuki area tersebut. Syaiful juga membandingkan kondisi kecepatan yang dianjurkan untuk pengendara. Ia merekomendasikan agar kecepatan kendaraan di jalan tol yang memiliki fasilitas pengaman dapat mencapai 80 hingga 100 km per jam. Namun, untuk jalan yang berada di lintasan pegunungan seperti Jalan Gubernur H Sahbirin Noor, pengendara disarankan untuk tidak melewati batas kecepatan tersebut demi keselamatan. Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, meresmikan ruas jalan alternatif yang membentang sepanjang 104 kilometer tersebut pada tanggal 24 Agustus 2024. Sejak peresmiannya, sejumlah pengendara mulai memanfaatkan jalur baru itu. Namun, di sisi lain, terjadi beberapa insiden kecelakaan di jalur bebas hambatan ini. Jalan baru ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan dari Banjarbaru menuju Batulicin, yang awalnya memakan waktu antara 5 hingga 6 jam, menjadi antara 2,5 hingga 3 jam. Pembangunan jalan ini dimulai pada tahun 2019 dengan total anggaran yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp1,8 triliun. ANTARA