BOGOR –
**Borneonews - Sukabumi,** Polres Sukabumi Kota sedang melakukan penyelidikan atas insiden kecelakaan kerja yang melibatkan seorang pegawai pemasang banner. Insiden ini terjadi pada hari Rabu ketika korban hampir kehilangan nyawanya akibat tersetrum listrik saat sedang memasang plang iklan di sebuah ruko yang digunakan sebagai tempat bimbingan belajar di Jalan RA Kosasih, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Korban yang bernama Ahmad Soleh, berusia 44 tahun, merupakan warga Tanah Sareal, Kota Bogor. Pada saat kejadian, Ahmad tengah bekerja di lantai III ruko yang berlokasi di Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, dengan memasang banner dari bahan aluminium. Menurut keterangan Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, selaku Kasubsi Pengelola Informasi dan Dokumentasi Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, diduga ada bagian banner yang bersentuhan dengan jaringan kabel listrik, yang menjadi penyebab Ahmad tersetrum dan langsung tidak sadarkan diri. Setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, petugas kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Mereka juga berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran. Di lokasi kejadian, polisi meminta keterangan dari beberapa saksi mata yang melihat insiden tersebut. Sebelum proses evakuasi, Ahmad sudah dalam keadaan tidak sadar dan mengalami luka bakar yang cukup parah di beberapa bagian tubuhnya. Beruntung, korban ditahan oleh rekan kerjanya sehingga tidak terjatuh dari lantai III ruko tersebut. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera menginisiasi proses evakuasi dengan membawa Ahmad melalui gedung sebelah, dan segera membawanya ke RSUD R Syamsuddin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Dalam perkembangan terbaru, Humas Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Irfan Nugraha, mengungkapkan bahwa Ahmad mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, termasuk di dada, paha, dan pangkal paha. Luka bakar yang diderita mencapai 40 persen dari total tubuhnya. Saat ini, kondisinya sudah mulai stabil setelah tim medis memberikan infus untuk mencegah dehidrasi. Selanjutnya, pihak rumah sakit berencana untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bidang bedah plastik terkait langkah penanganan lebih lanjut. ANTARA