JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menekankan pentingnya keberadaan *Local Currency Transaction* (LCT) dalam memfasilitasi kemudahan pembayaran lintas negara, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Melalui sistem ini, transaksi pembayaran ritel antarnegara dapat dilakukan hanya dengan menggunakan kode QR, yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal. Lebih lanjut, Josua menyatakan bahwa LCT tidak hanya dapat mempermudah transaksi bagi pelancong, tetapi juga berpotensi untuk meningkatkan sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di negara-negara yang telah menjalin nota kesepahaman atau *memorandum of understanding* (MoU) terkait LCT. Pendekatan ini diharapkan dapat memberi dorongan signifikan bagi kedua sektor tersebut. Salah satu keuntungan utama dari penerapan LCT adalah kemampuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Proses penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal memungkinkan konversi langsung tanpa melalui dolar, sehingga mendukung kestabilan ekonomi di masing-masing negara yang terlibat. Josua juga menjelaskan bahwa penguatan kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, dan sistem pembayaran antar negara melalui *Local Currency Settlement* (LCS) dan LCT dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian global. Mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS tidak hanya akan mendukung stabilitas nilai tukar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor. Penyelesaian Transaksi Bilateral yang menggunakan mata uang lokal atau LCS memungkinkan pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra untuk menyelesaikan transaksi secara langsung dengan mata uang masing-masing. Ini merupakan langkah strategis yang memudahkan proses perdagangan dan mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar. Dalam hal implementasi, kerangka kerja LCT difasilitasi untuk memperlancar transaksi pembayaran antar negara dalam konteks perdagangan. Diharapkan, langkah ini dapat meminimalkan risiko yang dihadapi pelaku usaha serta pengguna lainnya melalui pengurangan biaya transaksi. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI), Bank of Korea (BOK), dan Kementerian Keuangan Korea telah mencapai kesepakatan mengenai kerjasama LCT untuk mendorong penggunaan mata uang lokal, yaitu rupiah dan won, dalam transaksi perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, merespon positif pencapaian ini, menganggapnya sebagai langkah penting dalam hubungan keuangan bilateral antara kedua negara. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada bulan Mei 2023 dan kesepakatan mengenai kerangka operasional yang disetujui pada bulan Juni 2024. Implementasi kerangka LCT antara Indonesia dan Korea Selatan direncanakan akan dimulai secara efektif pada tanggal 30 September 2024. ANTARA