BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran sebenarnya akan menemui seluruh bupati atau walikota di Kota Palangka Raya pada Selasa (19/7/2016. Pertemuan ini dimaksudkan untuk membahas terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRWP) Kalteng yang memang harus dihadiri oleh Bupati/Walikota sebagai pemimpin di daerah masing-masing.

Namun karena adanya rencana lain yang dianggap lebih penting yaitu pertemuan terkait pendirian pabrik baja di Kalteng, pertemuan tersebut dimajukan menjadi Senin (18/7/2016) malam di Istana Isen Mulang.

Kegiatan ini dimulai pukul 21.00 WIB. Namun karena pentingnya agenda yang dibicarakan, tak ada bupati atau walikota yang mundur dari acara tersebut.

"Besok (Selasa) harusnya jam 9 pagi pertemuan ini dilaksanakan. Setelah menghadiri HUT Kota Palangka Raya tadi pagi, para bupati saya minta bertahan sampai besok. Tapi ternyata ada hal lain yang saya rasa sangat penting. Hal lain ini ialah besok akan datang kepada saya pengusaha nasional yaitu H Abdul Rasyid bersama pengusaha dari Jenna dan Tiongkok untuk membahas rencana pendirian pabrik baja di Kalimantan Tengah. Mereka akan sharing dana," ungkap Sugianto, Senin (18/7/2016) malam.

Sebenarnya Gubernur Sugianto sudah menuturkan bahwa dialah yang akan menemui H Abdul Rasyid yang sudah dianggap Sugianto sebagai ayahnya sendir. Namun ditolak oleh pengusaha nasional ini.

"Sudah saya tolak beliau datang ke sini, saya yang mau datang menghadap beliau. Tapi pak Rasyid mengatakan bahwa saya sekarang adalah gubernur, bukan Sugian yang dulu lagi. Sudah sepantasnya pengusaha yang menghadap gubernur untuk membicarakan rencana usahanya," cerita Sugianto.

Sikap ini dirasa gubernur sebagai  contoh yang baik. Ke depan, pengusahalah yang harus datang menghadap ke gubernur, menjelaskan apa dan bagaimana perusahaannya.

"Selama ini menurutnya perusahaan hanya mengirimkan perwakilan. Sekarang Distamben saya minta untuk kabarkan ke pengusaha kalau mau mendirikan usaha di Kalteng harus minimal Dirut, kalau bisa pemiliknya langsung yang menghadap Gubernur. Saya mau bicara dari hati ke hati dengan para pengusaha supaya mereka juga memperhatikan masyarakat Kalteng. Jangan mereka mengeruk alam kita tapi masyarakat kita miskin. Saya tidak minta uang kepada pengusaha, saya minta kebun dan bibit untuk masyarakat saya," ujar Gubernur. (TESTI PRISCILLA/m)