**Borneonews - Kulon Progo**, Kepolisian Sektor Sentolo, yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat setempat agar tidak melakukan pembakaran sampah di area terbuka. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran, terutama dengan mengingat kemarin terjadi salah satu insiden kebakaran yang melanda lahan seluas tiga hektare.
Kebakaran terjadi di Padukuhan Wonobroto dan Kaliwiru, Kalurahan Sentolo, pada hari Rabu malam sekitar pukul 18.00 WIB. Kapolsek Sentolo, AKP Julianta Kusnadi, menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan pekarangan tanaman pohon jati milik warga yang terletak di perbatasan Padukuhan Kaliwiru dan Wonobroto.
Julianta menyatakan, "Kejadian ini berlangsung di lokasi perumahan antara RT 19 di Padukuhan Kaliwiru dan Padukuhan Wonobroto." Ia juga mengingatkan terkait kondisi lingkungan yang kering dan adanya angin kencang, yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran ini masih dalam proses perhitungan, namun diperkirakan mencakup lahan pohon jati seluas tiga hektare yang terbagi di antara sepuluh pemilik tanah.
Dari informasi yang diterima, saksi-saksi menyebut bahwa mereka melihat api yang berkobar dari arah selatan Padukuhan Kaliwiru, yang diduga merupakan lahan milik seorang warga bernama Paingun. Api yang mulai berkobar kemudian menjalar ke arah utara. Melihat situasi tersebut, warga dari kedua padukuhan segera berusaha memadamkan api. Beberapa menit kemudian, mobil pemadam kebakaran sebanyak lima unit tiba di lokasi. Namun, karena akses ke lahan yang terbakar sulit, petugas berkolaborasi dengan warga, TNI, dan Polri, untuk memadamkan api secara manual. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.15 WIB.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, relawan, dan semua petugas yang bekerja sama dalam memadamkan api," ungkap Julianta. Ia juga menegaskan bahwa penyebab kebakaran umumnya disebabkan oleh kelalaian, di mana diduga ada warga yang membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menimbulkan kebakaran lebih lanjut. Julianta berharap agar insiden serupa tidak terulang di masa yang akan datang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Taufik Prihadi, menekankan pentingnya masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama mengingat adanya peningkatan jumlah kasus kebakaran selama musim kemarau berlangsung. Taufik mencatat bahwa dua tahun terakhir, banyak kasus kebakaran terjadi akibat kesalahan manusia, terutama yang berkaitan dengan pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Ia juga mencatat bahwa beberapa kecamatan seperti Kokap, Lendah, Sentolo, dan Kalibawang memiliki potensi lebih tinggi untuk terjadinya kebakaran, terutama disebabkan oleh kondisi lahan yang kering. Taufik mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas dengan api, khususnya ketika membakar sampah. "Kami telah bersiaga selama 24 jam dengan armada dan personel tim pemadam kebakaran siap sedia," ucapnya menutup pernyataan.
ANTARA
Masyarakat Kulon Progo Diminta Waspada untuk Cegah Kebakaran
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
Komentar (0)
Memuat komentar…







