BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran memberikan target kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng selama dua tahun untuk menghilangkan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kota Palangka Raya. Menghilangkan bukan dalam artian miring melainkan menghilangkan dalam arti positif.

"PKH itu kan program untuk keluarga miskin. Masa di Kota Palangka Raya ada gubernur, ada walikota, masih ada masyarakat miskin? Jangan. Saya beri target kepada Distanak untuk menyelesaikan ini," ungkap Gubernut Kalteng dalam Rapat Sinkronisasi Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalteng dan santap malam Gubernur Kalteng dengan Bupati/Walikota, SKPD terkait dan Akademisi, di Istana Isen Mulang, Senin (18/7/2016) malam.

Sugianto menilai program semacam PKH ini sebagai program yang hanya ‘menyuapi’ masyarakat miskin dengan uang seratus-dua ratus ribu tanpa ada usaha masa depan.

"Saya tidak mau hanya menyuapi masyarakat miskin. Saya maunya memberi mereka usaha, mereka berusaha untuk memperbaiki kehidupan mereka. Jangan kita suapi dan manjakan mereka. Tapi kita berikan mereka usaha agar mandiri," tambah Sugianto.

Usaha itu terkait dengan Pertanian dan Peternakan di bawah kepemimpinan Kadistanak Tute Lelo. Distanak harus memberikan lahan pertanian atau lahan peternakan kepada masyarakat miskin agar dalam dua tahun tidak ada lagi masyarakat miskin di Kota Cantik ini.

"Kalau mereka punya usaha kan tidak perlu lagi ada program semacam PKH di Kota Palangka Raya. Ya, Pak Tute Lelo," harapnya.

"Siap laksanakan," jawab Tute Lelo yang hadir pada kesempatan tersebut. (TESTI PRISCILLA/m)