JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sosok Faisal Basri telah diakui oleh banyak kalangan sebagai inspirasi bagi peneliti muda, khususnya di *Institute for Development of Economics and Finance* (Indef). Eko Listiyanto, seorang ekonom dari Indef, menegaskan bahwa pemikiran dan kontribusi Faisal dalam kebijakan ekonomi Indonesia sangat berharga. Eko mengungkapkan bahwa keberadaan Faisal Basri di dunia akademik dan riset tidak hanya terbatas pada penyampaian ide. Ia juga terlibat langsung dalam berbagai aksi untuk memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang diyakininya penting untuk masyarakat. Dalam beberapa situasi, terutama ketika ada upaya untuk melemahkan institusi seperti KPK, Faisal pernah ikut serta dalam demonstrasi sebagai bentuk dukungan terhadap prinsip-prinsip yang ia junjung. Lebih jauh, Faisal Basri dikenal sebagai penulis produktif yang telah menghasilkan berbagai karya mengenai ekonomi Indonesia. Ia juga aktif berpartisipasi dalam diskusi publik melalui platform media sosial, blog, serta forum-forum seminar. Eko menyebutkan bahwa Faisal sangat antusias dalam menerima undangan untuk seminar dan podcast guna berbagi pemikirannya kepada publik. Menurut Eko, kekokohan Faisal dalam berpegang pada prinsip-prinsip pemikirannya juga memberikan dorongan motivasi bagi rekan-rekan sejawatnya. Pandangan yang ia sampaikan di muka publik menunjukkan dedikasinya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Faisal Basri, seorang ekonom yang juga merupakan alumnus Universitas Indonesia, meninggal dunia pada Kamis dini hari di Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta. Ia menuntaskan pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada tahun 1985, lalu melanjutkan studi pada tingkat magister di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, pada tahun 1988. Faisal yang merupakan keponakan dari mantan Wakil Presiden RI, Adam Malik, memulai karirnya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Mata kuliah yang diampunya meliputi Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, serta Sejarah Pemikiran Ekonomi. Selama perjalanan karir akademiknya, Faisal juga pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan di FEB UI dari tahun 1995 hingga 1998 dan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta antara tahun 1999 dan 2003. Dalam ranah pemerintahan, ia pernah menjadi anggota tim untuk "Perkembangan Perekonomian Dunia" di bawah Asisten II Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan pada periode 1985-1987, serta terlibat dalam Tim Asistensi Ekuin Presiden RI pada tahun 2000. ANTARA